Fakta Seputar Covid Varian Kraken yang Sudah Masuk Indonesia, Lebih Menular?

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Subvarian Omicron, Covid XBB 1.5 atau lebih dikenal dengan varian ‘Kraken’ diduga sudah masuk Indonesia. Varian ini kini mendominasi kasus Covid-19 di Amerika Serikat, dan diprediksi akan menjadi varian yang mendominasi di seluruh dunia.

Foto: Ilustrasi Covid-19 (freepik.com photo by prostooleh)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa varian Covid kraken adalah varian paling menular dari seluruh subvarian Omicron dan meminta seluruh negara untuk mewajibkan penggunaan masker untuk situasi yang berisiko, seperti saat terbang menggunakan pesawat.

Melansir CNBC Indonesia, Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia memperingatkan kemungkinan masuknya subvarian tersebut ke Indonesia. Apalagi saat ini mobilitas sudah meningkat seperti sebelum pandemi.

“Kemungkinan besar sudah terdeteksi ya [di Indonesia], terutama provinsi atau kota yang memiliki jalur penerbangan internasional,” kata Dicky Budiman.

Selain Indonesia, subvarian terbaru tersebut dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 74 negara termasuk Inggris, China, Amerika Serikat, India, Pakistan, Korea Selatan dan Australia.

Ahli virologi dari Universitas Johns Hopkins, Andrew Pekosz menjelaskan bahwa varian Kraken tersebut memiliki mutasi tambahan sehingga ini lebih mudah dan mahir untuk menempel pada sel lain. Oleh karena itu, varian Kraken tersebut lebih mudah menginfeksi manusia.

Gejala Varian Kraken

Sejauh ini, gejala yang dilaporkan untuk varian Kraken tidak jauh berbeda dengan beberapa subvarian Omicron sebelumnya. Allison Arwady, komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Chicago, mengatakan pada konferensi pers bahwa meskipun merupakan mutasi baru, gejala Kraken tidak berubah secara besar-besaran karena merupakan turunan dari varian Omicron.

Namun ia mengatakan bahwa kebanyakan orang yang tertular melaporkan gejala yang serupa dengan pilek termasuk sakit tenggorokan, batuk dan hidung tersumbat. Sedangkan gejala mirip flu seperti demam tinggi jarang muncul di pasien yang tertular varian kraken. Berikut gejala infeksi varian Kraken lainnya:

  • Nyeri punggung bawah
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Bersin-bersin
  • Berkeringat di malam hari
  • Badan pegal-pegal
Apakah Lebih Berbahaya?

Untuk saat ini varian ini belum bisa dikatakan lebih berbahaya. WHO masih menilai XBB.1.5 tetapi mencatat bahwa tidak ada mutasi yang membuat orang lebih sakit daripada varian lainnya. Saat ini solusi paling tepat yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari penularan virus ini adalah untuk segera melakukan vaksin booster bagi yang belum. Selain itu, tetap memakai masker dan menjaga kebersihan dengan rajin memakai hand sanitizer. [nadira]

 

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you