
Thephrase.id - Klub-klub Premier League tercatat mengeluarkan total 460 juta poundsterling atau sekitar Rp9,2 triliun untuk pembayaran kepada agen dalam periode satu tahun terakhir, angka yang menunjukkan kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Angka tersebut mencakup seluruh pembayaran yang dilakukan klub kepada agen yang terdaftar di Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dalam berbagai aktivitas yang melibatkan pemain, pelatih, maupun klub, termasuk proses transfer dan negosiasi kontrak yang berlangsung antara Februari 2025 hingga Februari 2026.
Chelsea kembali menjadi klub dengan pengeluaran terbesar setelah menghabiskan 65,1 juta poundsterling atau sekitar Rp1,3 triliun, menjadikannya sebagai yang tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.
Pada waktu yang hampir bersamaan, klub asal London Barat tersebut juga mengumumkan catatan kerugian sebelum pajak terbesar dalam sejarah Premier League.
BBC mencatat, kerugian sebesar 262 juta poundsterling atau sekitar Rp5,2 triliun untuk musim 2024–2025 melampaui rekor sebelumnya yang pernah dicatat oleh Manchester City pada 2011 dengan nilai 197,5 juta poundsterling atau sekitar Rp3,9 triliun.
Chelsea menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi angka tersebut adalah tingginya aktivitas penjualan pemain yang menjadi yang terbesar dalam sejarah kompetisi.
Klub tersebut diketahui melepas pemain dengan total nilai mendekati 300 juta poundsterling atau sekitar Rp6 triliun sebagai bagian dari upaya memenuhi ketentuan dari UEFA.
Setelah sempat mencatat rekor pembayaran agen sebesar 75 juta poundsterling atau sekitar Rp1,5 triliun pada musim 2023–2024, total pengeluaran Chelsea dalam tiga periode penilaian terakhir kini telah mencapai sekitar 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4 triliun.
Di posisi kedua, Aston Villa mengeluarkan 38,4 juta poundsterling atau sekitar Rp768 miliar, mengalami kenaikan sebesar 13,4 juta poundsterling atau sekitar Rp268 miliar yang menjadi peningkatan terbesar di antara seluruh klub.
Kenaikan tersebut terjadi meskipun klub hanya mengeluarkan sekitar 69 juta poundsterling atau sekitar Rp1,38 triliun untuk mendatangkan pemain baru. Sebagian besar biaya terkait pada proses negosiasi ulang kontrak pemain dan pendaftaran profesional baru di bawah arahan Unai Emery.
Di peringkat ketiga, Manchester City mencatat pengeluaran sebesar 37,4 juta poundsterling atau sekitar Rp748 miliar, namun angka tersebut justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa klub lain seperti Arsenal, Liverpool, dan Wolves juga mencatat peningkatan signifikan dalam pembayaran kepada agen.
Arsenal meningkatkan pengeluaran sebesar 9,4 juta poundsterling atau sekitar Rp188 miliar menjadi 32,1 juta poundsterling atau sekitar Rp642 miliar. Sementara Liverpool naik 13 juta poundsterling atau sekitar Rp260 miliar menjadi 33,9 juta poundsterling atau sekitar Rp678 miliar, dan Wolves mengalami kenaikan 12,5 juta poundsterling atau sekitar Rp250 miliar hingga mencapai 26 juta poundsterling atau sekitar Rp520 miliar.
Kenaikan juga terjadi pada Sunderland yang promosi ke Premier League melalui jalur play-off sehingga pembayaran kepada agen melonjak dari 2,2 juta poundsterling atau sekitar Rp44 miliar menjadi 10,6 juta poundsterling atau sekitar Rp212 miliar.
Di sisi lain, sejumlah klub termasuk Brentford, Fulham, Manchester United, Nottingham Forest, dan West Ham mencatat penurunan dalam pengeluaran agen meski dalam skala yang relatif kecil.
Newcastle United juga memangkas pengeluaran sebesar 4,1 juta poundsterling atau sekitar Rp82 miliar menjadi 20,3 juta poundsterling atau sekitar Rp406 miliar. Sementara Leeds United yang berhasil promosi justru menurunkan biaya agen sebesar 4,9 juta poundsterling atau sekitar Rp98 miliar menjadi 14 juta poundsterling atau sekitar Rp280 miliar.
Pada kompetisi Women's Super League, total pengeluaran meningkat tajam sebesar 75 persen menjadi 3,8 juta poundsterling atau sekitar Rp76 miliar, dengan Chelsea kembali menjadi penyumbang terbesar melalui angka 1,1 juta poundsterling atau sekitar Rp22 miliar.
Sementara itu, di EFL Championship, total pembayaran agen naik 10 persen menjadi 69,7 juta poundsterling atau sekitar Rp1,39 triliun dengan Ipswich Town sebagai pengeluar terbesar.
Lonjakan signifikan juga terjadi di EFL League One dengan kenaikan mencapai 85 persen yang dipengaruhi oleh kehadiran Luton Town, Cardiff City, dan Huddersfield Town yang menyumbang hampir setengah dari total 14 juta poundsterling atau sekitar Rp280 miliar.
Adapun di EFL League Two, total pembayaran kepada agen justru mengalami penurunan tipis sebesar 5 persen menjadi 2,6 juta poundsterling atau sekitar Rp52 miliar.