trending

Fenomena Pink Moon akan Hiasi Langit Awal April 2026, Ini Waktu dan Cara Mengamatinya

Penulis Nadira Sekar
Mar 27, 2026
Foto: Ilustrasi Pink Moon (freepik.com photo by kjpargeter)
Foto: Ilustrasi Pink Moon (freepik.com photo by kjpargeter)

ThePhrase.id - Awal April 2026 akan menghadirkan fenomena astronomi menarik yang dapat diamati dari Indonesia, yakni Pink Moon atau Bulan Purnama April. Fenomena ini menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan, baik oleh masyarakat umum maupun penggemar astronomi.

Meski namanya terdengar unik, Pink Moon bukan berarti bulan akan tampak berwarna merah muda. Melansir CNN Indonesia, istilah Pink Moon merupakan sebutan untuk Bulan Purnama yang terjadi pada bulan April. Nama tersebut berasal dari bunga liar phlox subulata atau creeping phlox yang berwarna merah muda. Bunga yang juga dikenal sebagai moss pink ini biasanya mekar bertepatan dengan kemunculan Bulan Purnama April.

Lalu, kapan Pink Moon dapat diamati di Indonesia?

Melansir Kompas.com, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Pink Moon tahun ini bisa diamati pada Rabu, 1 April 2026 dan Kamis, 2 April 2026. Fenomena tersebut dapat disaksikan sejak waktu Maghrib hingga menjelang matahari terbit, bahkan tanpa menggunakan alat bantu.

Pengamatan dapat dilakukan secara langsung dengan mata telanjang, atau menggunakan teleskop dan kamera untuk hasil yang lebih maksimal. Bagi yang ingin memotret, disarankan menggunakan tripod agar kamera tetap stabil, memanfaatkan timer atau remote shutter, serta memilih lensa yang sesuai.

Selain itu, pengamat juga dianjurkan memilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya. Penggunaan binokular atau teleskop kecil juga dapat membantu melihat detail bulan dengan lebih jelas. Jika kondisi langit cerah, pengamat berpeluang menyaksikan fenomena menarik seperti lunar rays atau halo di sekitar bulan.

Langit Indonesia akan Padam

Selain Pink Moon, fenomena langka lain juga diperkirakan terjadi di langit Indonesia pada April 2026. Asteroid Strenua diprediksi melintas di depan bintang jauh dan membuat cahayanya “menghilang” selama beberapa detik.

Melansir Diksimerdeka.com, jalur lintasan asteroid ini diperkirakan mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Australia. Fenomena ini hanya berlangsung singkat, namun cukup menarik untuk diamati.

Pengamatan dapat dilakukan menggunakan teleskop kecil, teknik fotometri cepat, atau kamera berkecepatan tinggi. Meski begitu, fenomena ini juga membuka peluang bagi komunitas astronomi dan pengamat amatir untuk ikut mengamati.

Bagi yang tertarik, fenomena ini diperkirakan dapat diamati pada 26 April 2026. Dengan kondisi langit yang mendukung, April 2026 menjadi waktu yang tepat untuk menikmati berbagai peristiwa menarik di langit Indonesia. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic