
ThePhrase.id – Ferro Ferizka Aryananda adalah salah satu sosok muda inspiratif yang dikenal akan gagasannya dalam dunia pendidikan Indonesia lewat Pijar Foundation.
Lahir dari latar belakang sederhana dan tumbuh sebagai anak yatim, Ferro memahami sejak dini bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib.
Semangat belajarnya membawanya menempuh studi S1 Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada dan lulus cum laude pada 2010. Di masa kuliah, ia tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mulai membangun pijakan karier dengan terlibat di Microsoft Innovation Center Yogyakarta, membuka jalannya ke dunia teknologi global.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Ferro melanjutkan studi di Singapore Management University pada 2016 pada jurusan Innovation and Entrepreneurship melalui beasiswa penuh LPDP.
Di tahun yang sama, ia juga mengikuti Executive Education Short Course bidang Innovation Strategy and Entrepreneurship di Babson College. Ia juga memegang gelar Master of Business Administration (MBA) dari Macquarie University yang ia dapatkan pada tahun 2019.

Di ranah profesional, Ferro berkarier di Microsoft selepas lulus dari pendidikan sarjana. Kariernya menanjak cepat, dari level di kantor Indonesia hingga dipercaya memimpin tim global hanya dalam waktu tujuh tahun.
Ia pernah menduduki beberapa posisi seperti Product Marketing Manager, Asia Pacific Technology Sales Professional, Greater Asia Senior Lead, hingga menjadi Worldwide Lead - Customer Experience (CX). Selain di Microsoft, Ferro juga sempat berkarier di IBM sebagai South East Asia Technical Sales Lead.
Di tengah kariernya yang mapan, pada 2019, Ferro diminta oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membantu strategi komunikasi dan memimpin perencanaan transformasi digital Indonesia 2045.
Dalam waktu tiga bulan, Ferro harus mengelola tim yang beranggotakan 11 pakar industri dari perusahaan-perusahaan paling bergengsi di Indonesia untuk menyelesaikan Digital Transformation Roadmap tersebut.
Salah satu yang membuat nama Ferro menonjol adalah ia pernah menjadi salah satu rektor termuda di Indonesia. Di usia 30 tahun, pada 2020, Ferro dipercaya menjadi Rektor Universitas Mahakarya Asia. Empat kampus di Sumatra Selatan, Jakarta, dan Yogyakarta saat itu melebur menjadi satu institusi, dan Ferro didapuk sebagai pemimpinnya.

Komitmennya terhadap pengembangan pemimpin muda ia wujudkan melalui ID Next Leader (IDNL), gerakan strategis non-profit yang bertujuan mencari, mengakselerasi, dan menjejaringkan calon pemimpin potensial Indonesia lintas sektor. Komunitas ini berkembang dengan ribuan anggota dan puluhan mentor tokoh nasional di berbagai daerah.
Namun, kegelisahan Ferro akan masa depan Indonesia tak berhenti di situ. Timpangnya akses pendidikan serta peluang kerja di Indonesia membuat Ferro mendirikan Pijar Foundation pada 2022. Pijar hadir sebagai organisasi nirlaba yang dipimpin anak muda dan berfokus pada dua tema besar, yaitu Future Talent dan Future Planet.
Dalam dua tahun pertama berdirinya, Pijar berhasil menjangkau sekitar 60.000 penerima manfaat, berkolaborasi dengan 1.500 mitra, membangun jaringan 300 mentor, menginkubasi 15 startup teknologi, serta melibatkan lebih dari 100 pembuat kebijakan tingkat tinggi dalam penyusunan roadmap dan kebijakan berdampak.
Kini, selain memimpin Pijar Foundation, pencinta basket ini juga aktif mengemban peran sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk memperluas kontribusinya dalam perumusan kebijakan publik. [fa]