Festival Kota Lama Semarang 2022, Lestarikan Budaya dan Jelajah Wisata Ikonik

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – FestivaL Kota Lama Semarang 2022 kembali digelar setalah tertunda dua tahun karena pandemi. Festival ini digelar di Kawasan Kota Lama Semarang sejak Kamis (15/9/2022) hingga Minggu (25/9/2022).

Gelaran ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Ia berharap festival ini dapat menjadi acara mingguan.

Acara yang berlangsung selama sepuluh hari ini menyajikan berbagai macam hiburan dan jelajah spot wisata ikonik di kawasan Kota Lama Semarang. Berbagai acara menarik dapar ditemukan seperti festival budaya, orchestra in harmony, fesyen heritage, pasar sentiling, hingga kuliner legendaris.

Tak hanya itu ada juga kegiatan lain yang unik seperti pameran mobil kuno, flashmob, talk show heritage, lomba foto dan reels Instagram dan tentunya pameran UMKM unggulan.

Fashin show batik. (Foto: festivalkotalama.com)

“Ini bisa dijadikan pertunjukkan mingguan sebenarnya, tinggal kita me-manage dengan baik siapa yang mau tampil,” tutur Ganjar Pranowo, Kamis (15/6/2022).

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan ke kota lama dan melibatkan seniman untuk tampil serta menggerakan ekonomi yang terdampak oleh pandemi.

Festival Kota Lama Semarang ini akan mengajak pengunjung untuk bernostalgia dan memberikan kesempatan untuk hunting foto ataupun video di lima spot klasik  dan instagenic. Spot dengan karakteristik kunonya masing-masing seperti Metro Point, Gedung Oudetrap, kawasan Jalan Kepodang, Rumah Akar, dan Galeri Industri Kreatif.

Festival Kota Lama Semarang
Pasar Sentiling dan Pameran Produk Unggulan UMKM. (Foto: festivalkotalama.com)

Selain berkeliling di kawasan kota lama, pengunjung juga dapat menikmati penampilan Flashmob Orchestra dan Tarian di Rumah Akar. Uniknya lagi flashmob akan digelar di rumah tua dililit oleh akar pohon besar di kawasan Kota Lama Semarang yang sempat viral di media sosial.

Penampilan tersebut akan diikuti oleh 100 pemain orkestra dan penari yang berpartisipasi akan mengenakan pakaian khas Belanda, kebaya, dan batik yang merepresentasikan akulturasi budaya di Semarang.

Acara ini penuh dengan pameran dan pertunjukan budaya yang patut dilestarikan salah satunya dalah penampilan 1000 Remaja Bekebaya. Melibatkan beberapa komunitas seperti Diajeng Semarang digelar di depan Gd. Phapros sd jl kepodang hal ini dilakukan untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO

Setelah menikmati berbagai macam hiburan dapat melanjutkan kunjungan ke Pasar Sentiling dan Pameran Produk Unggulan UMKM. Untuk menikmati kuliner legendaris di Semarang hingga produk-produk lokal UMKM.

Selain hiburan, pengunjung juga dapat meningkatkan wawasan dengan mengikuti konferensi International yang membahas mengenai cara untuk melestarikan keragaman budaya dan sejarah Kota Lama. Juga untuk membangun wacana kota lama semarang sebagai kawasan internasional. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you