
ThePhrase.id - FIFA dikabarkan tengah menyiapkan aturan baru yang memungkinkan wasit memberikan kartu merah kepada pemain yang menutupi mulut saat berhadapan dengan lawan dalam pertandingan Piala Dunia.
Selain itu, pemain juga bisa langsung diusir dari lapangan apabila meninggalkan pertandingan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Rencana tersebut disebut akan diumumkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam kongres FIFA di Vancouver pada Kamis, 30 April 2026.
Mengutip The Times, sumber menyebut aturan itu akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, kebijakan tersebut tidak akan langsung berlaku di seluruh kompetisi karena masih harus disetujui oleh International Football Association Board (IFAB) agar masuk dalam Laws of the Game (LOTG).
Sejumlah operator kompetisi disebut masih memiliki catatan terkait potensi dampak dari aturan kartu merah otomatis, terutama dalam situasi sensitif seperti dugaan tindakan rasisme di lapangan.
Wacana pelarangan gestur menutupi mulut ini mencuat setelah insiden pada Februari 2026 ketika Vinícius Jr menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan tindakan rasisme dalam laga Liga Champions.
Dalam momen tersebut, Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan jersey saat berada di lapangan.
UEFA kemudian menjatuhkan sanksi larangan bermain enam pertandingan kepada Prestianni pada bulan ini atas kasus berbeda, yakni pernyataan bernuansa homofobik yang diakuinya.

Di sisi lain, Infantino juga mendorong perubahan aturan setelah kontroversi pada final Piala Afrika 2026 ketika Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti untuk Maroko.
Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) kemudian sempat membatalkan hasil final tersebut dan memberikan gelar kepada Maroko, meski keputusan itu masih dipersoalkan Senegal di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Perubahan hasil final itu disebut sebagai yang pertama dalam sejarah turnamen besar, dan memicu perdebatan mengenai kewenangan wasit di lapangan dibanding keputusan komite setelah pertandingan.
Pada Maret 2026, IFAB juga telah menyepakati rencana konsultasi untuk mengatur tindakan pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap wasit.
Sementara itu, FIFA juga disebut akan menambah dana hadiah dan biaya persiapan Piala Dunia hingga sekitar dua juta pound sterling bagi 48 negara peserta di tengah kekhawatiran sejumlah negara Eropa terkait biaya penyelenggaraan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (Rudi P)