sportPiala Dunia 2026

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Argentina Buntut Kerusuhan Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Dihukum 10 Laga

Penulis Ahmad Haidir
Aug 22, 2026
FIFA menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain dan anggota staf Timnas Argentina. Foto Instagram Leandro Paredes.
FIFA menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain dan anggota staf Timnas Argentina. Foto Instagram Leandro Paredes.

Thephrase.id - FIFA menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain dan anggota staf Timnas Argentina menyusul keributan yang terjadi setelah final Piala Dunia melawan Timnas Spanyol.

Total hukuman yang diberikan kepada kubu Timnas Argentina mencapai 21 pertandingan internasional setelah insiden tersebut masuk dalam penyelidikan FIFA.

Sanksi itu diumumkan FIFA pada Jumat, 21 Juli 2026 setelah badan sepak bola dunia tersebut membuka investigasi terhadap kejadian selepas pertandingan pada Juli 2026. Timnas Spanyol ketika itu merayakan kemenangan 1-0 atas Timnas Argentina melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, menjadi pemain yang menerima hukuman paling berat dengan larangan tampil dalam sepuluh pertandingan internasional. Paredes dinilai melakukan tindakan terhadap bek Timnas Spanyol, Eric Garcia, sebelum menjatuhkan gelandang La Furia Roja, Gavi, ke lapangan.

Bek Timnas Argentina, Nahuel Molina, juga mendapat hukuman berat berupa larangan bermain dalam tujuh pertandingan internasional. Molina dinilai melakukan tindakan terhadap gelandang Timnas Spanyol, Rodri, ketika pemain tersebut masuk ke lapangan untuk merayakan keberhasilan timnya.

Paredes dan Molina juga masing-masing dijatuhi denda sebesar 90.000 dolar Amerika Serikat (Rp1,6 miliar). Hukuman tersebut diberikan sebagai bagian dari keputusan Komite Disiplin FIFA atas insiden yang terjadi setelah pertandingan berakhir.

Gelandang serang Timnas Argentina, Thiago Almada, menerima larangan bermain selama satu pertandingan karena dianggap melakukan perilaku tidak sportif. Sementara itu, ofisial tim Roberto Ayala dijatuhi hukuman tiga pertandingan karena satu pelanggaran berupa penyerangan.

Almada dan Ayala juga masing-masing dikenai denda sebesar 30.000 dolar Amerika Serikat (Rp530 juta). Dari kubu Timnas Spanyol, hanya Gavi yang menerima sanksi setelah dinilai melakukan perilaku tidak sportif dan dijatuhi larangan bermain satu pertandingan serta denda 30.000 dolar Amerika Serikat.

FIFA menegaskan seluruh hukuman larangan bertanding tersebut hanya berlaku pada pertandingan internasional. Dengan demikian, sanksi itu tidak akan berdampak terhadap penampilan para pemain di level klub.

Selain hukuman kepada individu, Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA juga menerima sanksi finansial dengan total denda mencapai 310.000 dolar Amerika Serikat (Rp5,4 miliar). FIFA turut memerintahkan Argentina menjalani pertandingan kandang berikutnya dengan penutupan 50 persen kapasitas stadion.

Satu hukuman tambahan berupa penutupan sebagian stadion untuk satu pertandingan juga ditangguhkan selama masa percobaan yang durasinya tidak disebutkan. Sanksi terhadap AFA berkaitan dengan sejumlah pelanggaran, termasuk penggunaan pertandingan untuk demonstrasi yang bersifat nonolahraga, diskriminasi dan tindakan rasis, serta persoalan ketertiban dan keamanan.

FIFA menyatakan 100.000 dolar Amerika Serikat (Rp1,7 miliar) dari denda yang diterima AFA akan dialokasikan untuk program pemberantasan diskriminasi. Sebanyak 100.000 dolar Amerika Serikat lainnya dari hukuman tersebut juga ditangguhkan selama masa percobaan.

Kasus tersebut juga berkaitan dengan tindakan yang dilakukan setelah kemenangan Timnas Argentina atas Timnas Inggris pada semifinal. Para pemain Timnas Argentina sebelumnya merayakan kemenangan 2-1 tersebut dengan sebuah spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas adalah milik Argentina".

Spanduk tersebut awalnya terlihat di tribune Mercedes-Benz Stadium sebelum dibawa ke lapangan setelah Timnas Argentina memastikan kemenangan atas Timnas Inggris. FIFA memasukkan persoalan tersebut dalam rangkaian tindakan yang menjadi dasar pemberian sanksi.

"Para pihak telah diberi tahu mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA hari ini. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam FDC, mereka memiliki waktu 10 hari untuk meminta keputusan yang disertai alasan. Keputusan tersebut masih dapat diajukan banding," tulis FIFA.

AFA merespons keputusan tersebut dengan membuka kemungkinan membawa perkara ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Lembaga tersebut merupakan badan arbitrase tertinggi dalam penyelesaian sengketa olahraga dan dapat menjadi opsi terakhir bagi AFA apabila proses banding tidak menghasilkan keputusan yang diharapkan. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic