sportPiala Dunia 2026

FIFA Sapu Bersih Celah Taktik Baru, Time-Out Terselubung di Piala Dunia 2026 Dihentikan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jun 02, 2026
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengungkapkan bahwa praktik yang belakangan dikenal sebagai goalkeeper tactical timeout. (Foto: FIFA)
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengungkapkan bahwa praktik yang belakangan dikenal sebagai goalkeeper tactical timeout. (Foto: FIFA)

ThePhrase.id - FIFA akan menerapkan sejumlah penyesuaian aturan pada Piala Dunia 2026, mulai dari pembatasan pemain yang mendatangi area teknis ketika kiper mengalami cedera hingga perluasan kewenangan video assistant referee (VAR) untuk meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dalam permainan.

Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengungkapkan bahwa praktik yang belakangan dikenal sebagai "goalkeeper tactical timeout" menjadi perhatian karena kerap dimanfaatkan untuk menyampaikan instruksi taktis atau menghentikan momentum permainan lawan saat pertandingan sedang berlangsung.

Dalam skema tersebut, seorang kiper yang berada di lapangan meminta penanganan medis sehingga para pemain lain meninggalkan area permainan untuk berkumpul di dekat bangku cadangan dan menerima arahan dari pelatih sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Meski Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) belum menyepakati perubahan regulasi secara permanen, berbagai kompetisi diminta melakukan uji coba sepanjang musim 2026-2027 guna mencari solusi yang paling tepat terhadap situasi tersebut.

Salah satu model yang menjadi acuan berasal dari National Women's Soccer League (NWSL) di Amerika Serikat yang mewajibkan para pemain tetap berada di posisinya atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan ketika kiper mendapatkan perawatan.

"Kami mengadakan lokakarya bersama seluruh pelatih dari 48 peserta dan kami memberi tahu mereka bahwa para wasit akan bertindak proaktif," tegasnya dilansir BBC.

"Mereka tidak akan mengizinkan kedua tim mendatangi bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di lapangan karena cedera," lanjutnya.

"Kiper berhak mengalami cedera, tetapi para pemain tidak memiliki hak untuk meninggalkan lapangan dan melakukan semacam time-out bersama pelatih mereka masing-masing,"  tambah Collina.

Collina menjelaskan bahwa FIFA akan menerapkan pendekatan serupa pada Piala Dunia 2026 sehingga para pemain tidak diperkenankan menuju garis tepi lapangan ketika kiper sedang mendapatkan penanganan, meski langkah tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kemungkinan penggunaan cedera sebagai cara untuk memutus ritme permainan lawan.

FIFA Sapu Bersih Celah Taktik Baru  Time Out Terselubung di Piala Dunia 2026 Dihentikan
FIFA akan menerapkan sejumlah penyesuaian aturan pada Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)

Menurutnya, penerapan aturan tersebut akan menjadi tanggung jawab wasit di lapangan, namun tidak akan disertai hukuman kartu kuning maupun sanksi disiplin apabila terdapat pemain yang mencoba mendekati pelatihnya selama situasi itu berlangsung.

"Agak aneh ketika pada akhirnya hanya wasit, petugas medis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan," imbuh Collina.

"Semua pemain lainnya meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik," tuturnya.

Selain persoalan cedera kiper, FIFA juga memperoleh persetujuan IFAB untuk memperbarui protokol VAR. Tayangan ulang kini dapat digunakan dalam kasus pelanggaran menyerang yang terjadi sebelum bola berada dalam permainan dan berpengaruh langsung terhadap terjadinya gol, penalti, atau keputusan disiplin pada situasi tendangan sudut maupun tendangan bebas.

Perubahan itu muncul setelah sejumlah insiden menjadi perhatian, termasuk gol Timnas Inggris saat bermain imbang 1-1 melawan Timnas Uruguay pada laga persahabatan di Wembley pada Maret 2026. Ketika itu, Adam Wharton dianggap menghalangi pergerakan Jose Maria Gimenez sebelum tendangan sudut dieksekusi dan rangkaian permainan tersebut berujung gol bagi tuan rumah.

Dengan aturan baru tersebut, VAR nantinya dapat merekomendasikan pengulangan tendangan sudut apabila ditemukan pelanggaran yang secara langsung memengaruhi proses terciptanya peluang atau gol, sementara evaluasi pasca-turnamen akan dilakukan untuk menentukan efektivitas penerapannya.

"Kami menganggap sangat tidak adil apabila gol tetap disahkan ketika seorang pemain bertahan dicegah untuk melakukan tugas bertahan," ungkap Collina.

"Blok yang jelas dan ilegal dilakukan oleh pemain penyerang dengan satu-satunya tujuan mencegah lawannya melakukan tugas bertahan," katanya.

"Kami sangat yakin akan mendapatkan klarifikasi dari IFAB sebelum Piala Dunia yang menyatakan bahwa VAR dapat melakukan intervensi tepat sebelum bola berada dalam permainan dan kami percaya tidak ada yang akan keberatan dengan hal tersebut," ujarnya. (Rangga)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic