
Thephrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa Tim Merah Putih memiliki potensi besar meski gagal meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 30 Maret 2026.
"Menurut saya, kelompok pemain ini memiliki potensi besar, potensi yang nyata, dan saya melihat kami baru saja memulai dari apa yang saya amati sejauh ini," tegas Herdman.
Ia menilai kekuatan utama Timnas Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada fondasi budaya serta karakter kepemimpinan yang mulai terbentuk di dalam skuad.
"Secara budaya, kami memiliki pemimpin-pemimpin kuat, pemimpin sejati, orang-orang yang tidak hanya berbicara tetapi juga membuktikannya di lapangan, dan itu sangat penting," bebernya.
Herdman kemudian menyoroti sejumlah pemain Tim Merah Putih yang menjadi bagian penting dalam struktur kepemimpinan Timnas Indonesia seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, sampai Emil Audero.
"Jay Idzes adalah pemain yang luar biasa, begitu juga Kevin Diks, Pelupessy, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, dan Emil Audero yang berada dalam kelompok kepemimpinan, dan menurut saya kelompok ini sangat solid," ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa proses pembentukan identitas Timnas Indonesia dilakukan secara intens, bahkan sebelum para pemain berkumpul di pemusatan latihan.
"Mereka mengikuti pertemuan melalui Zoom sebelum datang ke kamp, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan diri, dan kami membangun makna dari seragam ini serta apa arti mewakili negara dan prinsip-prinsip yang tidak bisa ditawar sebagai sebuah tim," sambungnya.
Pengalaman di pertandingan disebut menjadi cerminan awal dari nilai-nilai yang telah dibangun dalam proses persiapan Timnas Indonesia yang baru berlangsung dalam waktu singkat.
"Saya melihat kelompok itu bertarung malam ini, mereka memberikan segalanya di lapangan, dan apa yang sebelumnya hanya kami bicarakan kini mulai terlihat nyata," tuturnya.
Ia juga menilai karakter masyarakat Indonesia memiliki pengaruh terhadap sikap dan energi yang ditunjukkan para pemain Timnas Indonesia di lapangan.
"Saya sangat terkesan dengan energi masyarakat, orang-orang di jalanan, itu sesuatu yang istimewa, dan para pemain mencerminkan hal tersebut karena masyarakat Indonesia memiliki semangat hidup yang tinggi, penuh kebahagiaan, suka tersenyum dan tertawa," imbuh Herdman.
"Saya menikmati itu karena sesuai dengan kepribadian saya dan juga dengan apa yang ingin saya bawa ke sini," ungkapnya.
Dari sisi permainan, ia melihat perkembangan yang cukup cepat dalam waktu yang relatif singkat sejak mulai menangani Timnas Indonesia yang baru dimulai sejak setelah Lebaran.
"Secara taktik, mampu melakukan apa yang sudah kami capai dalam waktu singkat adalah hal yang penting, dan saya mengatakan sejak awal bahwa kesadaran taktik dan disiplin kelompok ini bisa menjadi faktor pembeda di Asia," paparnya.
"Saya melihat pemain lokal dan diaspora semakin dekat, baik secara taktik maupun budaya, dan itu menjadi perkembangan yang sangat penting," ujar Herdman.
Dalam menjalankan perannya, Herdman menegaskan pendekatan kepelatihannya akan menyesuaikan dengan kebutuhan para pemain Timnas Indonesia demi mengakomodasi karakteristik Calvin Verdonk dan kawan-kawan.
"Saya cukup tua untuk menjadi seperti ayah bagi sebagian dari mereka, dan untuk yang lain saya bisa menjadi kakak atau mentor, tugas saya adalah mengatakan kebenaran dan menetapkan standar," imbuhnya.
"Pengalaman saya menunjukkan bahwa para pemimpin di dalam timlah yang membawa Kanada lolos ke Piala Dunia, bukan pelatih, pelatih hanya memberdayakan, mendukung, dan membimbing, sementara para pemain mengambil kendali saat momen sulit datang, dan itulah fondasi yang akan saya bangun di sini," tandasnya.