
ThePhrase.id – Forbes baru saja merilis daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 Asia 2026 pada 27 Mei 2026. Dalam edisi ke-11 ini, Forbes menyoroti 300 anak muda paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik yang dinilai berhasil membawa perubahan lewat inovasi, bisnis, kreativitas, hingga dampak sosial di usia muda.
Daftar tersebut dipilih dari sekitar 4.000 nominasi yang dikurasi oleh reporter dan editor Forbes Asia dari berbagai wilayah. Para kandidat kemudian melalui proses penilaian bersama panel ahli serta keterlibatan alumni Forbes 30 Under 30 dari berbagai sektor industri.
Sebanyak 18 negara dan teritori berhasil masuk ke dalam daftar tahun ini. India menjadi negara dengan jumlah penerima terbanyak dengan 78 nama, disusul China dengan 46 nama, Australia 38 nama, dan Jepang 32 nama.
Sementara itu, Indonesia, Singapura, dan Korea Selatan masing-masing menyumbang 18 nama dalam daftar tersebut. Secara keseluruhan, generasi muda yang masuk dalam daftar ini telah menghimpun pendanaan gabungan mencapai hampir 1 miliar dolar AS dari berbagai investor besar di kawasan Asia.
Forbes membagi daftar ini ke dalam 10 kategori, mulai dari AI, Consumer & Enterprise Technology, Entertainment & Sports, Finance & Venture Capital, Healthcare & Science, Industry, Manufacturing & Energy, Retail & Ecommerce, Social Impact, Social Media, Marketing & Advertising, hingga The Arts.
Indonesia sendiri berhasil masuk dalam delapan dari 10 kategori yang ada tahun ini.
Pada kategori Consumer & Enterprise Technology, ada Farrel Alvian Purnama yang mendirikan perusahaan daur ulang limbah elektronik Daur Material Indonesia atau Remind bersama Muhammad Dzikri Ahira Soefihara pada 2020. Melalui startup-nya ini, Farrel berhasil memperoleh pendanaan sebesar 1,3 juta dolar AS pada Mei 2025.
Entertainment & Sports, Indonesia diwakili oleh penyanyi Tiara Andini dan grup idol no na. Tiara mulai dikenal luas setelah menjadi runner-up Indonesian Idol 2020 dan sukses mengembangkan kariernya hingga meraih berbagai penghargaan, termasuk Best New Asian Artist (Indonesia) di Mnet Asian Music Awards. Sementara no na adalah girl group Indonesia di bawah label 88rising yang berhasil mencuri perhatian lewat sejumlah lagu andalan, seperti Superstitious, Work, dan terbaru, Rollerblade.
Industry, Manufacturing & Energy, nama Deryl Lu, cofounder startup agritech DayaTani masuk dalam daftar ini. Perusahaannya mengembangkan asisten pertanian berbasis AI bernama Pak Dayat yang bertujuan membantu petani meningkatkan hasil panen.
Pada kategori Retail & Ecommerce, ada beberapa nama menarik seperti One% Nutrition yang didirikan Parth Narvekar dan Ken Opamuratawongse. Ada juga Se’Indonesia, jaringan restoran cepat saji yang mengangkat makanan khas Indonesia Timur, se’i. Selain itu, Santi Tan turut masuk daftar lewat brand parfum lokal Saff & Co..
Pada kategori Social Impact, Brigitta Gunawan berhasil masuk berkat kampanye 30x30 Indonesia dan program Diverseas yang mengajarkan siswa mengenai ekosistem laut melalui workshop dan virtual reality.
Sementara itu, pada kategori Social Media, Marketing & Advertising, nama Erika Richardo dan Medy Renaldy berhasil masuk berkat pengaruh besar mereka di media sosial. Erika dikenal sebagai kreator seni dengan lebih dari 18 juta pengikut di TikTok, sedangkan Medy populer lewat konten unboxing mainan dan action figure yang membuatnya bekerja sama dengan brand besar seperti Marvel dan Disney.
Pada kategori The Arts, Indonesia diwakili oleh komposer muda Eunike Tanzil yang menjadi komposer perempuan Asia pertama yang menandatangani kontrak dengan Deutsche Grammophon pada 2024. Eunike juga telah terlibat dalam sejumlah proyek film Hollywood, salah satunya The Addams Family 2 (2021).
Tahun ini, Indonesia juga mendominasi pada kategori Finance & Venture Capital. Total ada tujuh nama asal Indonesia yang berhasil masuk daftar tersebut. Mereka adalah Elice Jesslyn Ongko dari B Capital, Nisrina Firyal Fadhlannisa dari Arsari Group, Dharmadi Gusanto dari Alpha JWC Ventures, Athaya Kadzima dari BNI Ventures, Kelvin Sutedja dari Wavemaker Partners, Larry Susanto dari ACV Capital, serta Lau Xin Yuan.
Di antara nama-nama tersebut, Lau Xin Yuan menjadi salah satu sosok yang paling menarik perhatian. Ia merupakan cofounder MilikiRumah, platform proptech yang didirikan pada 2024 dengan misi membantu masyarakat underbanked di Indonesia memiliki rumah pertama mereka. Melalui platform ini, ia ingin membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan pembiayaan formal. [fa]