trending

Gaji Anjing Pelacak K9 di SCBD Tembus Rp15 Juta Per Bulan: Lebih Tinggi dari UMR Jakarta

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 04, 2026
Salah satu anjing K9 milik Polri tengah bertugas bersama pawang dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monas, Jakarta pada 1 Juli 2025. (Foto: mediahub.polri.go.id)
Salah satu anjing K9 milik Polri tengah bertugas bersama pawang dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monas, Jakarta pada 1 Juli 2025. (Foto: mediahub.polri.go.id)

ThePhrase.id - Biaya sewa seekor anjing pelacak atau K9 Di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta ternyata dapat melampaui pendapatan bulanan banyak pekerja yang menerima gaji setara Upah Minimum Regional (UMR).

Hal tersebut menjadi perbincangan menarik bagi masyarakat, khususnya di media sosial, di tengah tekanan biaya hidup dan persaingan kerja yang semakin ketat.

Dilansir iNews, tarif sewa satu ekor anjing K9 berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan UMR di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta yang berada di angka Rp5,7 juta.

Apabila sebuah perusahaan atau kawasan bisnis menggunakan 10 ekor K9 sekaligus, anggaran yang dibutuhkan untuk layanan keamanan dapat mencapai sekitar Rp150 juta setiap bulan.

Ras yang umum digunakan antara lain German Shepherd, Belgian Malinois, Labrador Retriever, Dutch Shepherd, dan Bloodhound. Di antara ras tersebut, Belgian Malinois banyak dipilih karena dikenal memiliki fokus tinggi, lincah, serta daya tahan yang baik.

Kemampuan dan Biaya Pelatihan yang Tinggi

Gaji Anjing Pelacak K9 di SCBD Tembus Rp15 Juta Per Bulan  Lebih Tinggi dari UMR Jakarta
Anjing K9 milik Polri menjalani berbagai proses pelatihan dan oerawatan yang tidak murah. (Foto: mediahub.polri.go.id)

Besarnya biaya tersebut sebanding dengan kemampuan yang dimiliki anjing K9. Mereka bukan sekadar hewan penjaga, melainkan aset keamanan profesional yang telah menjalani pelatihan khusus.

Investasi pada anjing K9 juga mencakup proses pelatihan dan perawatan yang tidak murah. Program pelatihan dasar diperkirakan menelan biaya Rp30 juta hingga Rp70 juta, sementara pelatihan khusus untuk mendeteksi bahan peledak atau narkotika dapat mencapai Rp100 juta hingga Rp300 juta.

Selain itu, kebutuhan nutrisi, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga perawatan rutin juga memerlukan biaya jutaan rupiah setiap bulan.

Keunggulan utama anjing K9 terletak pada kemampuan penciumannya. Anjing memiliki sekitar 220 hingga 300 juta reseptor penciuman, jauh lebih banyak dibandingkan manusia yang hanya memiliki sekitar 5 hingga 6 juta reseptor.

Dengan metode pelatihan khusus, K9 mampu mendeteksi ancaman dalam waktu singkat dan memberikan sinyal tanpa membahayakan lingkungan sekitar. Demi menjaga performa, jam kerja mereka pun dibatasi sekitar 4 hingga 6 jam per hari dengan sesi patroli berkala.

Adapun operasional K9 turut melibatkan pawang profesional yang bertugas mengendalikan sekaligus membaca sinyal atau respons anjing saat bertugas. Honor seorang handler berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan, di luar biaya perlengkapan dan latihan lanjutan. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic