Galery Daur Ulang Malang, Ubah Sampah Menjadi Busana

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id –  Galery Daur Ulang Malang berhasil melakukan inovasi mengolah sampah menjadi busana yang unik dengan menggunakan limbah plastik yang di daur ulang. Galery Daur Ulang Malang merupakan sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang konveksi.

Pada ajang Lomba Fotografi, Fesyen, dan Kriya hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang yang diselenggarakan pada Sabtu, 5 November 2022 ini menampilkan berbagai kreasi UMKM. Salah satunya adalah Galery Daur Ulang Malang yang memperagakan beberapa busana yang terbuat dari limbah sampah plastik daur ulang.

Selain dapat mengurangi limbah sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, UMKM tersebut dapat meningkatkan nilai produk dengan harga jual yang lebih tinggi serta membuka lapangan kerja baru.

Busana hasil daur ulang sampah plastik. (Foto: dok. Pemkot Malang)

Pencetusnya adalah Nur Alfiatul Khasanah yang melihat banyaknya sampah di mana beberapa laku dijual dan banyak yang tidak laku dijual juga. Dari situ, ia memiliki ide untuk memanfaatkan sampah yang tidak laku dijual untuk bahan dasar kerajinan daur ulangnya.

“Macam-macam, ada tas, dompet dan lain-lain. Salah satunya juga baju daur ulang. Di tempat saya kebetulan, baju daur ulang sudah dijual secara online juga bahkan hingga ke luar kota seperti Sulawesi, Kalimantan dan lainnya. Model yang laris itu rompi-rompi seperti ini,” jelasnya saat mengikuti lomba foto dan fesyen sambil membawakan baju daur ulang bermodel rompi yang dikenakan.

Pada awalnya ia hanya membuat aksesoris seperti tas dan dompet, namun kemudian ia memutuskan untuk membuat kreasi busana dengan bahan daur ulang karena keperluan lomba sekolah yang membawanya mendapatkan juara.

Hingga saat ini, Galery tersebut memiliki beberapa koleksi busana dan aksesoris dari bahan daur ulang yang dapat dilihat melalui laman Instagramnya yaitu nuralfiatul_khasanah. Galery ini memiliki berbagai koleksi mulai dari busana yang terbuat dari plastik kopi hingga plastik tas pada umumnya.

Produk yang ditawarkan mulai dari dress yang unik-unik hingga rompi. Selain itu ia juga memadukan kreasi sampah daur ulang dengan rajutan.  Tentunya proses pembuatannya tidak instan karena harus melalui proses pemilihan, pencucian, pengeringan hingga pembuatannya yang dikerjakan oleh tiga orang.

“Nah kalau bahan pembuatan busana daur ulang yang diperagakan dalam kegiatan Lomba Fotografi, Fesyen dan Kriya hasil UMKM di Kota Malang ini terbuat dari bungkus kopi. Dulu bahan yang digunakan adalah limbah sampah ‘kresek’ karena mudah didapatkan. Kemudian terus mencoba dan banyak peminatnya. Banyak untuk acara bank sampah, adiwiyata, hari lingkungan dan lainnya,” tambahnya.

Nur Alfiatul Khasanah berharap melalui kreasinya masyarakat dapat lebih peduli lagi terhadap permasalahan sampah agar dapat membangun lingkungan yang bersih dan lebih ramah lingkungan lagi. [Syifaa]

 

 

 

 

 

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you