Ganjar Pranowo, Meniti Waktu untuk Mendapat Restu

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Di tengah upayanya membuktikan diri sebagai seorang bakal capres yang memiliki banyak pemilih, Ganjar Pranowo belum juga mendapat restu dari Sang Ketua Umum. Maklum saja, Ibu Ketua Umum memiliki seorang anak biologis yang digadang-gadang dapat menjadi pewaris tahta. Sementara Ganjar Pranowo, hanya seorang kader partai biasa yang tidak memiliki hubungan darah dengan Sang Ketum.

Namun, tentu saja partai politik hari ini bukan kerajaan yang bisa diwariskan kepada anak keturunan tetapi adalah sebuah organisasi yang memperlakukan adanya kompetisi semua anggotanya untuk berprestasi dan mengabdi untuk negeri.

Maka, meskipun belum mendapat lampu hijau, Ganjar terus melaju dengan tim pendukungnya menggalang kekuatan untuk meraih elektabilitas yang lebih tinggi. Ganjar membuktikan dirinya sebagai bakal capres yang memiliki tingkat keterpilihan yang jauh meninggalkan “saudara se-partai” nya yang digadang-gadang oleh Sang Ibu. Ibarat kapal, Ganjar terus melaju kencang sementara “saudara” nya itu masih timbul tenggelam untuk muncul ke permukaan.

Ganjar Pranowo (kanan) dengan Presiden Joko Widodo (kiri). (Foto: instagram/ganjar_pranowo)

Ganjar di Puncak Survei

Sejak awal, Ganjar adalah bakal capres papan atas hampir di semua lembaga survei. Rilis hasil survei terbaru dari Lembaga Politika Research and Consulting (PRC) misalnya, mendudukkan Ganjar Pranowo di peringkat teratas dengan skor 25,0% mengalahkan Prabowo Subianto di posisi kedua sebesar 22,9%. Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 12,4%, Sandiaga Salahuddin Uno 9,4%, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,8%, dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,2%. Sementara saudara separtainya, Puan Maharani hanya meraih 1,1 persen.

Direktur Eskekutif PRC, Rio Prayogo menyampaikan bahwa temuan tersebut didapatkan dari simulasi terhadap 15 orang nama yang berpotensi menjadi bakal capres. Dari simulasi tersebut, elektabilitas Ganjar Pranowo ternyata mampu menyalip Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Ganjar Pranowo sudah mendahului peringkat Prabowo Subianto yang selama ini ada di rentang margin of error. Ganjar harus diakui tidak hanya di dalam survei kami, di dalam survei-survei lembaga lain juga menyatakan Ganjar paling dianggap layak untuk dijadikan Capres pasca Jokowi,” kata Rio akhir Desember lalu.

Apa yang menjadi faktor utama melejitnya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu sehingga selalu memuncaki papan survei? Karena jika dibanding Anies yang selalu memborong penghargaan dalam dan luar negeri karena prestasinya sebagai gubernur, prestasi Ganjar terhitung biasa saja. Jarang terdengar tentang proyek atau fasilitas publik yang dibangun Ganjar di Jawa Tengah yang luar biasa atau viral di media sosial .

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Ganjar Pranowo merupakan hasil kerja politik masif. Adapun kerja politik itu menurut Ujang, dilakukan oleh tim relawan Ganjar yang sudah mendeklarasikan diri di sejumlah daerah.

“Para relawannya, termasuk Sahabat Ganjar yang bergerak. Bahkan membagi-bagikan sembako kepada orang-orang yang tidak mampu di banyak daerah,” kata Ujang.

Mengejar waktu yang semakin sempit, tentu Ganjar akan menggenjot tim suksesnya untuk melakukan kerja-kerja politik yang lebih intensif untuk menaikkan atau mempertahankan elektabilitasnya. Karena terbukti dengan cara itu, cukup ampuh untuk memperkenalkan Ganjar kepada calon pemilih. Gimmck atau spontanitas Ganjar di lapangan juga akan lebih banyak menghiasi laman media sosial tim pendukungnya sebagai cara merawat citra agar Ganjar tetap lekat di benak publik.

Ganjar Pranowo. (Foto: instagram/ganjar_pranowo)

Kemungkinan Dilamar Parpol lain?

Untuk memenangkan kompetisi tentu partai politik perlu jago yang pilih tanding. Memang akan lebih baik jika jago itu muncul dari kandang sendiri. Tetapi jika tidak ada maka mencari jago dari luar menjadi opsi yang harus diambil. Jika tidak maka kompetisi yang sudah disiapkan jauh-jauh hari, kompetisi itu akan menjadi milik partai politik lain.

Sebagai figur yang memiliki tingkat keterpilihan tinggi, tentu saja Ganjar sangat seksi untuk dilirik partai politik. Tetapi tentu saja PDI Perjuangan sebagai tempat Ganjar bernaung selama ini tidak akan melepaskan kader terbaiknya. Karena itu akan menjadi “selling point” yang melengkapi kemenangan PDI Perjuangan sebagai partai peraih suara terbanyak.

Karena itu, ada yang menilai “drama” tentang konflik Ganjar dengan DPP PDI Perjuangan selama ini adalah “konvensi” yang digelar PDI Perjuangan untuk menyaring jago yang akan diusung 2024 mendatang.

Terbukti dari sikap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang mendiamkan semua aksi dan “kenakalan” Ganjar dan timnya selama ini. Apakah ini berarti Ganjar nanti akan mendapat restu dari Sang Ibu?

Tentu saja, meskipun bukan sebagai anak biologis tetapi Ganjar adalah anak ideologis partai yang memiliki hak yang sama. Jadi, kapan Ibu Ketua Umum akan memberi restu? Yang pasti bukan sekarang karena masih banyak yang berubah sepanjang waktu hingga 2024. Ganjar harus bisa menjaga tempo dan konsistensi elektabilitasnya hingga ke garis finish. Jika lengah maka dia akan tersalip dan posisinya akan diganti. Karena satu detik bagi seorang pelari sangat berarti. (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you