
ThePhrase.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut sekitar 79 kilometer (km) barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB.
Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa berada di koordinat 8.12° LS dan 107.91° BT dengan kedalaman 18 km.
BMKG menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten dan Kota Sukabumi hingga Kabupaten Bandung.
Meski demikian, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Dilansir akun X @infobmkg, BMKG mencatat telah terjadi tujuh gempa susulan (aftershock) sejak guncangan pertama hingga Kamis (6/8) pagi pukul 07.11 WIB, dengan magnitudo gempa susulan berkisar antara 2,4 hingga 3,2.
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan penyisiran di kawasan pesisir untuk memastikan ada atau tidaknya dampak serta kerusakan pascagempa.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, telah menginstruksikan seluruh jajaran BPBD hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan agar memantau kondisi wilayah masing-masing.
“Iya, melakukan pemantauan menindaklanjuti informasi gempa bumi berdasarkan rilis BMKG dengan magnitudo 5,3,” kata Aah di Garut, dikutip Antaranews pada Kamis (6/8).
Guncangan gempa tersebut terasa cukup kuat di wilayah perkotaan Garut hingga membuat sejumlah warga panik dan berlarian keluar rumah.
Aah meminta kepada seluruh petugas lapangan untuk segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. (Rangga)