trending

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang: Lima Meninggal, Gempa Susulan Tembus 170 Kali

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 29, 2026
Gempa dengan magnitudo 7,1 guncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang pada Selasa (28/07/26) sore waktu setempat. (Foto: data.jma.go.jp)
Gempa dengan magnitudo 7,1 guncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang pada Selasa (28/07/26) sore waktu setempat. (Foto: data.jma.go.jp)

ThePhrase.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat atau 14.27 WIB.

Guncangan kuat gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, jalan-jalan retak, hingga menyebabkan ribuan rumah mengalami pemadaman listrik di wilayah sekitar.

Pemerintah Jepang memperbarui data korban jiwa akibat bencana tersebut. Hingga Rabu (29/7), total lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Dilansir The Straits Times, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan dua korban ditemukan di dalam pusat perbelanjaan AEON Mall yang sempat terjadi ledakan tidak lama setelah gempa. Sementara itu, tiga korban lainnya ditemukan di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto.

Tim penyelamat dilaporkan berhasil mengevakuasi delapan orang dari mal mengalami kerusakan parah tersebut setelah bekerja sepanjang malam.

Dari jumlah itu, dua perempuan berusia 20-an dipastikan meninggal dunia, satu orang mengalami henti jantung dan napas, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang tidak mengancam jiwa.

Sampai saat ini, pemerintah Jepang masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa yang melanda wilayah tersebut.

Gempa Susulan Terjadi Ratusan Kali

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa terjadi di Pulau Kyushu dengan intensitas tertinggi, yakni skala 7,1 pada skala intensitas seismik Jepang (Shindo).

Menurut data JMA, tercatat lebih dari 170 gempa susulan telah terjadi sejak gempa utama hingga Rabu (29/7) pukul 11.20 waktu setempat, dengan magnitudo berkisar antara 1,7 hingga 6,1.

Meski demikian, JMA memastikan belum ada tanda-tanda aktivitas tsunami setelah gempa.

“Gempa ini terjadi di daratan, dan belum ada aktivitas tsunami yang teramati sejauh ini. Karena alasan ini, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang,” demikian pernyataan juru bicara JMA, Selasa (28/7). (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic