
ThePhrase.id - Pascagempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB, BNPB mencatat setidaknya terjadi 4 kali gempa susulan.
Gempa susulan pertama dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB.
Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
"BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi di wilayah terdampak,' ujarnya.
Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya.
Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.
"BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG," imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri.
Data dan informasi dalam laporan ini bersifat sementara dan masih dapat berkembang sesuai hasil pendataan serta verifikasi di lapangan. Perkembangan data dan informasi akan kami sampaikan secara berkala. (Rangga)