ThePhrase.id - Belum lama ini, masyarakat dikejutkan oleh kasus Raya, balita asal Sukabumi yang meninggal akibat infeksi cacingan. Dari tubuhnya bahkan ditemukan hampir satu kilogram cacing hidup.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian masyarakat. Penyakit yang sering dianggap sepele ternyata bisa berakibat fatal. Tak hanya para orang tua yang khawatir, kabar ini juga membuat banyak anak muda, khususnya Gen Z, ikut panik dan buru-buru minum obat cacing.
Tapi sebenarnya, bagaimana aturan minum obat cacing yang tepat?
Berikut beberapa jenis obat cacing yang umum digunakan beserta aturan pakainya, dirangkum dari alodokter.com:
Piperazine
Piperazine digunakan untuk mengatasi cacing kremi dan cacing gelang dengan cara melumpuhkan cacing hingga keluar bersama tinja. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau larutan dan bisa diminum sebelum atau sesudah makan.
Catatan: Jangan dikonsumsi bersamaan dengan pirantel pamoat, beberapa obat epilepsi, atau obat pencahar tertentu.
Pirantel Pamoat
Obat jenis ini, efektif untuk infeksi cacing gelang, cacing kremi, dan cacing tambang. Pirantel Pamoat dapat diminum saat perut kosong maupun setelah makan dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan dan jenis infeksi.
Levamisole
Jenis obat levamisole tidak hanya melawan cacing gelang, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sebaiknya diminum bersama makanan atau susu untuk mengurangi rasa mual.
Catatan: Hindari konsumsi bersama alkohol.
Mebendazole
Mebendazole ampuh membasmi berbagai jenis cacing, termasuk telurnya. Obat ini lebih baik dikonsumsi bersama makanan berlemak, misalnya susu atau es krim. Umumnya tersedia dalam bentuk tablet kunyah.
Catatan: Tidak boleh diminum bersamaan dengan metronidazole, phenytoin, carbamazepine, dan cimetidine.
Albendazole
Bekerja mirip dengan mebendazole, Albendazole efektif melawan cacing pita, cacing gelang, cacing tambang, hingga cacing kremi. Obat ini dianjurkan diminum saat makan, tablet bisa dikunyah atau dihancurkan.
Catatan: Tidak disarankan dikonsumsi bersama dexamethasone, praziquantel, clozapine, atau obat kejang.
Praziquantel
Praziquantel digunakan untuk mengatasi cacing hati dan skistosoma. Obat ini sebaiknya diminum dengan air dan makanan tanpa dikunyah karena rasanya pahit. Jika dihancurkan, harus segera diminum dalam waktu satu jam.
Catatan: Hindari penggunaan bersamaan dengan rifampicin (obat TB), beberapa obat kejang, dan chloroquine.
Beberapa obat cacing, seperti piperazine, pirantel pamoat, dan mebendazole, bisa dibeli bebas di apotek. Namun, pastikan membaca aturan pakai dengan teliti. Untuk anak di bawah dua tahun, ibu hamil, dan menyusui, sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat cacing.
Selain mengonsumsi obat, menjaga kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah cacingan. Biasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, gunakan air bersih, pakai alas kaki saat beraktivitas di luar rumah, dan jaga kebersihan lingkungan sekitar. [nadira]