politics

Gerindra Buka Peluang Koalisi dengan PDIP, Deddy Sitorus: Terlalu Pagi Bicara Pemilu

Penulis M. Hafid
Sep 18, 2026
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: beritajakarta.id
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: beritajakarta.id

ThePhrase.id - Partai Gerindra membuka peluang berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilu 2029.

Peluang itu disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso saat menanggapi momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peresmian LRT.

Prabowo diketahui merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan Pramono merupakan kader PDIP.

"Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk, katakanlah bersama-sama," kata Sugiat dalam keterangannya, Kamis (17/9).

"Apakah nanti dalam konteks Pilpres dan lain sebagainya, Gerindra membuka peluang. Bahkan even dengan PDIP sekalipun," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Deddy Yevri Sitorus menilai terlalu dini untuk membicarakan pemilu, apalagi soal koalisi.

Menurut Deddy, ada waktu yang lebih tepat untuk membahas perkara pemilu maupun wacana duet.

"Soal pemilu saya kira terlalu pagi untuk dibicarakan sekarang, pemerintahan baru berjalan 2 tahun. Tetapi soal peluang terkait pilpres ke depan, ada waktu yang tepat untuk dibicarakan," kata Deddy kepada awak media, Kamis (17/9).

Kendati begitu, Deddy mengaku menghormati pujian Presiden kepada Pramono. Situasi itu, lanjutnya, menjadi gambaran hubungan pusat dan daerah yang patut dicontoh.

"Kami lebih menghargai jika semua pihak bekerja sama untuk kebaikan rakyat dan negeri hingga saatnya bicara soal pemilu nanti," tandasnya. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic