
Thephrase.id - Hubungan antara UEFA dan FIFA kembali memasuki babak yang penuh ketegangan setelah Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dikabarkan tengah menyusun langkah strategis untuk menekan Presiden FIFA Gianni Infantino sekaligus menghambat rencana penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub 2029.
Menurut laporan Talk Sport, Ceferin dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Paris Saint-Germain (PSG) sekaligus Ketua European Football Clubs (EFC), Nasser Al-Khelaifi, pada Piala Super Eropa yang berlangsung 12 Agustus 2026 untuk membahas sejumlah isu penting terkait arah sepak bola internasional.
Dalam pembahasan tersebut, Ceferin disebut ingin mendorong EFC agar mempertimbangkan boikot terhadap Piala Dunia Antarklub 2029 yang hingga kini belum memiliki kepastian mengenai lokasi penyelenggaraan, sumber pendanaan, sponsor, maupun format kompetisi yang akan digunakan.
Langkah tersebut tentu memerlukan dukungan luas dari lebih 850 anggota EFC, meskipun Ceferin selama bertahun-tahun telah menunjukkan sikap kritis terhadap kompetisi tersebut dan pernah menyebut proyek Piala Dunia Antarklub sebagai upaya yang lebih mengutamakan kepentingan tertentu.
Situasi semakin rumit karena sejumlah klub masih menunggu pencairan pembayaran solidaritas yang dijanjikan FIFA dari penyelenggaraan edisi 2025, sementara belum ada kesepakatan resmi antara FIFA dan EFC yang mengatur pelaksanaan turnamen pada 2029.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Ceferin juga disebut menginginkan EFC menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak akan lagi bekerja sama dengan FIFA terkait Piala Dunia Antarklub selama Infantino masih menjabat sebagai Presiden FIFA.
Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari lingkaran UEFA, karena Federasi Sepak Bola Wales telah mencabut dukungannya terhadap sang petahana dengan alasan yang berkaitan dengan tata kelola organisasi, kepemimpinan, komunikasi, proses pengambilan keputusan, dan manajemen pemangku kepentingan.
Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA juga dilaporkan akan mengambil langkah serupa, sementara UEFA terus menggalang dukungan agar lebih banyak federasi anggota menarik surat dukungan yang sebelumnya diberikan kepada Infantino.
Meski tidak berniat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA, Ceferin dikabarkan siap mendukung Al-Khelaifi apabila memutuskan maju dalam pemilihan mendatang, walaupun pihak yang dekat dengan Presiden PSG tersebut menyatakan bahwa ia tidak memiliki ambisi untuk mengikuti kontestasi tersebut.
Di sisi lain, nama Presiden Concacaf, Victor Montagliani, mulai muncul sebagai alternatif yang berpotensi memperoleh dukungan lintas konfederasi, terutama apabila UEFA dan Concacaf mampu membangun kesepahaman politik menjelang proses pemilihan.
Sementara itu, Infantino tetap berupaya mengonsolidasikan dukungan dari berbagai federasi anggota FIFA, termasuk Arab Saudi, Qatar, Bangladesh, Maroko, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bhutan, dan Sri Lanka, yang telah menyatakan dukungan secara terbuka terhadap kepemimpinannya.
Meskipun masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat di sejumlah kawasan, Infantino kini menghadapi tantangan yang semakin besar karena UEFA disebut siap membawa FIFA ke situasi yang lebih rumit dari sisi komersial dan operasional.
Termasuk melalui wacana boikot Piala Dunia Antarklub yang dapat memengaruhi salah satu proyek paling ambisius yang sedang dikembangkan organisasi tersebut.