sportPiala Dunia 2026

Gianni Infantino Minta Pengkritik FIFA Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola

Penulis Ahmad Haidir
Jul 28, 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, melontarkan respons keras terhadap berbagai kritik yang diarahkan kepada kepemimpinannya, FIFA, dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Foto Instagram Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, melontarkan respons keras terhadap berbagai kritik yang diarahkan kepada kepemimpinannya, FIFA, dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Foto Instagram Gianni Infantino.

Thephrase.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, melontarkan respons keras terhadap berbagai kritik yang diarahkan kepada kepemimpinannya, FIFA, dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Ia meminta para pengkritiknya meluangkan waktu untuk bermeditasi, berdoa, atau sekadar menonton pertandingan sepak bola daripada terus menyebarkan kebencian dan rumor yang menurutnya tidak benar.

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino melalui unggahan berisi 15 slide di akun Instagram pribadinya yang kemudian dibagikan ulang ke akun resmi FIFA yang memiliki sekitar delapan juta pengikut.

Ia secara langsung menyapa mereka yang disebutnya berada "di balik pena dan kertas" maupun "di balik layar" sambil menegaskan keyakinannya bahwa FIFA tetap menghadirkan olahraga terbesar di dunia meski dihujani kritik.

"Kalian menyebut beberapa orang yang ditolak visanya, tetapi mengabaikan jutaan orang yang visanya disetujui dari seluruh penjuru dunia. Karena sepak bola mempersatukan dunia, dan hal itu terbukti dengan sangat mengesankan pada musim panas ini," tulis Infantino.

Infantino juga menyebut Piala Dunia 2026 sebagai perayaan kemanusiaan dalam bentuk terbaik dengan mengeklaim turnamen tersebut berlangsung dalam kondisi yang sepenuhnya aman, tanpa kekerasan, dan dipenuhi kegembiraan, kebahagiaan, persatuan, serta kebersamaan.

"Tidak ada insiden, tidak ada kekerasan, hanya kegembiraan, emosi, kebahagiaan, persatuan, dan kebersamaan," tegasnya.

Infantino turut menyoroti keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan menyebut FIFA telah bekerja tanpa henti untuk menyatukan dua negara yang sedang berkonflik sehingga Timnas Iran dapat memasuki Amerika Serikat tanpa insiden maupun konflik.

Pernyataan tersebut berbeda dengan pandangan pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, yang sebelumnya menyebut timnya sebagai peserta yang paling mengalami tekanan selama turnamen. Timnas Iran juga  menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterlambatan penerbitan visa, larangan masuk bagi sejumlah staf penting, pencabutan alokasi tiket suporter, hingga perpindahan lokasi pemusatan latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, karena berbagai persoalan logistik sebelum turnamen dimulai.

Timnas Iran bukan satu-satunya peserta yang menghadapi persoalan selama Piala Dunia 2026. Laporan yang sama juga menyebut suporter dari Timnas Haiti, Timnas Senegal, dan Timnas Pantai Gading terdampak kebijakan larangan perjalanan Pemerintahan Donald Trump.

Sementara wasit asal Somalia, Omar Artan, tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat meski memegang paspor diplomatik dan visa masuk tunggal Amerika Serikat.

Infantino juga menjawab kritik terhadap kepemimpinan FIFA terkait standar kepemimpinan wasit, termasuk keputusan yang mengizinkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, bermain pada babak 16 besar Piala Dunia setelah hukuman larangan bermain satu pertandingan ditangguhkan menyusul campur tangan Trump, yang memicu kritik dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Norwegia.

"Menariknya, negara-negara yang menerapkan praktik seperti itu justru menjadi pihak yang mengkritiknya," ungkapnya.

Infantino mengajak para pengkritik FIFA untuk menunjukkan rasa saling menghormati terhadap turnamen yang menurutnya telah mempertemukan keluarga, suporter, dan masyarakat dari berbagai negara melalui sepak bola, sekaligus menilai kebencian hanya membuat orang kehilangan momen-momen berharga yang tersaji sepanjang kompetisi.

"Kepada mereka yang menghabiskan waktu dan energinya untuk membenci kami, luangkanlah waktu sejenak untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola dan benar-benar melihat wajah-wajah, mata, serta emosi yang ada," beber Infantino.

"Karena hanya permainan indah kita yang mampu menghadirkan pertunjukan luar biasa, sebuah pertunjukan yang membuat semua orang menjadi satu dan kembali terhubung sebagai sesama manusia. Saya sangat bangga, sebagai Presiden FIFA, dapat berkontribusi, meski hanya sedikit, terhadap pertunjukan ini. Rasanya sungguh luar biasa," tandasnya.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic