trending

Gibran Minta Maaf kepada Korban Keracunan MBG di Batang, Imbau Siswa Bawa Bekal dari Rumah

Penulis Rangga Bijak Aditya
Sep 30, 2026
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ketika mengunjungi salah satu pasien korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (28/09/26). (Foto: Instagram/kemensetneg.ri)
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ketika mengunjungi salah satu pasien korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (28/09/26). (Foto: Instagram/kemensetneg.ri)

ThePhrase.id -  Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (28/9).

Ada tiga titik yang ditinjau Gibran dalam rangka mendengar keluhan dan aspirasi dari warga sekitar, yakni RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, dan SD Pasusukan Bawang.

Dalam kunjungannya, Gibran menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban atas kejadian tersebut. Ia meminta para korban beristirahat hingga kondisi kesehatan mereka dipastikan benar-benar pulih.

“Saya minta maaf ya, Bapak, Ibu, atas kejadian ini. Kita sekarang fokusnya ke penyembuhan anak-anaknya dulu,” ujar Gibran di SD Pasusukan Bawang.

Ia juga mendatangi sekaligus berdialog dengan pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit untuk melihat kondisinya secara langsung.

Salah satu dialog Gibran beredar di media sosial ketika ia berpesan kepada salah satu pasien keracunan MBG yang sudah diperbolehkan pulang, untuk kembali bersekolah, membawa bekal dari rumah, serta jangan memakan menu MBG dahulu.

“Kamu hari ini pulang, besok sekolah ya. Bawa bekal dari rumah, oke? MBG jangan dimakan,” kata Gibran, dilansir akun media sosial X @RagilSemar.

Selain itu, Wapres juga memastikan biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah sehingga keluarga tidak perlu khawatir mengenai biaya perawatan.

Imbauan Serupa di Medan

Sebelumnya, imbauan serupa juga sempat disampaikan Gibran ketika dirinya menjenguk korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara pada Jumat (11/9) lalu.

Ia meminta agar anak yang belum pulih jangan dipaksakan kembali ke sekolah, sementara anak yang sudah bisa kembali bersekolah diimbau membawa bekal dari rumah.

“Jangan dipaksakan masuk kalau belum fit total dan saya titip anaknya bawa bekal dari rumah,” kata Gibran.

Di hadapan keluarga korban, Gibran mewakili pemerintah meminta maaf dan mengakui ada kekeliruan dalam pengawasan program MBG. 

“Kami mengakui ada kekeliruan dalam pengawasan. Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada para orang tua dan anak-anak. Kami pastikan seluruh korban mendapat penanganan medis terbaik sampai sembuh total,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari, khususnya dalam belajar dan menuntut ilmu di sekolah. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic