trending

Green Line Makin Padat, Menhub Desak KAI Percepat Penambahan Kapasitas KRL

Penulis Nadira Sekar
Jul 22, 2026
Foto: Stasiun KRL Tanah Abang (dok. ThePhrase.id)
Foto: Stasiun KRL Tanah Abang (dok. ThePhrase.id)

ThePhrase.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera merealisasikan pengoperasian rangkaian KRL 12 gerbong (SF12) di lintas KRL Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung agar lebih banyak penumpang dapat terlayani dan waktu tunggu kereta menjadi lebih singkat.

Dudy mengatakan Green Line menjadi salah satu lintas KRL dengan pertumbuhan penumpang yang cukup tinggi. Karena itu, pengoperasian rangkaian 12 gerbong dinilai penting agar kapasitas angkut dapat mengikuti peningkatan jumlah pengguna.

"Green Line kan jumlah penumpangnya meningkat cukup besar ya, dan kita berharap akan semakin banyak lagi penumpang yang bisa diangkut oleh kereta. PT KAI sedang berupaya untuk segera menyiapkan rangkaian yang 12 rangkaian itu," ujar Dudy.

Menurut Dudy, percepatan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan sistem kelistrikan di sepanjang jalur Green Line. Pasokan daya yang lebih besar dibutuhkan agar rangkaian 12 gerbong dapat beroperasi secara optimal sekaligus memungkinkan frekuensi perjalanan ditingkatkan.

"PT KAI akan menyiapkan listrik sebagai pendukung karena memang sangat dibutuhkan untuk peningkatan listriknya untuk jalur Green Line," katanya.

Saat ini, headway atau jarak kedatangan antar kereta di Green Line masih sekitar 10 menit. Dengan kapasitas yang lebih besar dan frekuensi perjalanan yang lebih rapat, kepadatan penumpang diharapkan dapat berkurang, terutama pada jam sibuk.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyiddin mengungkapkan lintas Tanah Abang-Rangkasbitung merupakan salah satu rute KRL tersibuk di Jabodetabek dengan tingkat okupansi mencapai 161 persen. Data KAI juga menunjukkan jumlah pengguna lintas Rangkasbitung meningkat dari sekitar 43,3 juta penumpang pada 2022 menjadi 77,5 juta penumpang pada 2025. Sementara sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai sekitar 20,2 juta orang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, KAI Commuter menargetkan pengembangan infrastruktur Green Line selesai pada 2027. Proyek tersebut meliputi peningkatan sistem kelistrikan, pembangunan gardu listrik baru, hingga perpanjangan peron di sejumlah stasiun agar dapat melayani rangkaian 12 gerbong.

Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana, kapasitas angkut Green Line diharapkan meningkat signifikan. Selain mengurangi kepadatan penumpang, langkah tersebut juga diharapkan membuat layanan KRL di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung menjadi lebih andal di tengah pertumbuhan jumlah pengguna yang terus berlanjut. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic