lifestyle

Gunakan Campuran Susu Sapi pada Kopi Picu Alergi: Ada Alergi Susu Sapi?

Penulis Nadira Sekar
Aug 12, 2023
Foto: Ilustrasi Es Kopi Susu (freepik.com photo by topntp26)
Foto: Ilustrasi Es Kopi Susu (freepik.com photo by topntp26)

ThePhrase.id - Sebuah unggahan di media sosial dari akun @WulanMega mendapatkan perhatian besar ketika menceritakan kisahnya mengalami alergi setelah mengonsumsi kopi dicampur susu sapi. 

Ia melakukan pemesanan Kopi Tuku secara daring dan memilih tambahan susu oat dengan biaya ekstra sebesar Rp12.000. Namun, ternyata kopi yang diterimanya masih mengandung campuran susu sapi.

Setelah mengonsumsi kopi tersebut, ia mengalami reaksi alergi  dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dia mengkritik fakta bahwa toko kopi tersebut tidak memberikan informasi yang jelas bahwa kopi susu masih akan mencakup campuran susu sapi. Menurutnya, penjual seharusnya menyertakan peringatan pada produk-produk yang berpotensi memicu alergi.

Terkait isu ini  @WulanMega sudah dihubungi pihak Tuku melalui WhatsApp. Dalam percakapan yang @WulanMega unggah ke Twitter, tertulis bahwa Tuku akan menghilangkan semua opsi add on oat milk yang tidak 100 persen plant based dari aplikasi. Tuku juga  telah menyampaikan permintaan maaf. 

Lantas, apakah memang terdapat alergi terhadap susu sapi?

Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi. Alergi ini juga masuk dalam daftar pemicu utama anafilaksis, serupa dengan alergi kacang dan alergi biji-bijian.

Jenis alergi ini melibatkan respons imun terhadap protein-protein yang terdapat dalam susu sapi. Secara mendasar, sistem kekebalan tubuh merespons protein susu tertentu, memicu reaksi imun yang bertujuan untuk menangkal ancaman yang dipersepsikan dari protein tersebut. Saat terpapar lagi oleh protein yang sama, sistem kekebalan tubuh mengenalinya dan memicu pelepasan mediator imun, yang mengakibatkan timbulnya gejala alergi pada susu sapi.

Gejala yang khas pada alergi susu sapi umumnya mempengaruhi sistem pernapasan dan kulit. Gejala yang sering muncul termasuk timbulnya gatal-gatal, mengi, gatal di sekitar mulut, pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan, sesak napas, dan muntah.

Pada kasus yang parah, dapat terjadi anafilaksis, yang merupakan situasi medis kritis yang dapat berakhir fatal jika tidak diobati. Reaksi ini dapat menyebabkan penyempitan saluran napas dan penurunan tekanan darah.

Apa bedanya dengan intoleransi laktosa?

Intoleransi laktosa adalah sindrom yang terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna laktosa saat mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa seperti produk susu. Baik intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi dapat menimbulkan beragam gejala pada sistem pencernaan dan juga di luar sistem pencernaan. Meskipun ada beberapa gejala yang mirip antara kedua kondisi ini, terdapat juga gejala yang khas untuk masing-masing kondisi.

Gejala intoleransi laktosa muncul karena adanya fermentasi bakteri pada laktosa yang tidak tercerna di usus besar, yang pada umumnya mengakibatkan gejala pencernaan dalam jangka waktu 30 menit hingga 2 jam setelah konsumsi. Gejala-gejala ini meliputi mual, nyeri perut, dan diare. [nadira]

 

 
Related News

Popular News

 

News Topic