trending

Gunung Anak Krakatau dan Merapi Masih Berstatus Siaga, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 06, 2026
Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi padai Senin (06/07/26). (Foto: Instagram/badan_geologi)
Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi padai Senin (06/07/26). (Foto: Instagram/badan_geologi)

ThePhrase.id - Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga Senin (6/7) pagi masih berstatus Level III atau Siaga, setelah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan statusnya dari Level II (Waspada) pada Kamis (2/7) pukul 16.30 WIB.

Kenaikan status dipicu meningkatnya aktivitas vulkanik yang ditandai lonjakan gempa vulkanik dangkal, emisi gas sulfur dioksida, deformasi tubuh gunung, serta rangkaian erupsi.

Masyarakat dan kapal, terutama nelayan, tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tersebut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Rita mengatakan aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih belum menunjukkan penurunan sehingga status Level III tetap dipertahankan.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau hari ini terekam tremor menerus yang mengindikasikan terjadinya fluida yang keluar menuju permukaan. Meskipun belum ada lagi suplai magma yang terdeteksi, namun aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum stabil dan dapat berpotensi erupsi kembali,” jelas Rita.

Sebelumnya, Petugas Pos Pengamatan GAK PVMBG, Deny Mardiono juga menyampaikan aktivitas gempa tremor masih terus terekam.

“Potensi erupsi masih ada. Pelaporan akan tetap kita teruskan ke masyarakat, baik itu dari grup maupun dari portal dari vulkanologi ataupun badan geologi,” katanya.

Meski demikian, kawasan wisata Anyer hingga Carita dipastikan tetap aman karena berjarak sekitar 42 km dari GAK, atau di luar radius larangan.

Gunung Merapi Masih Siaga

Sementara itu, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga masih berstatus Siaga (Level III). Pada Senin (6/7) 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan pada pukul 08.28 WIB, terjadi awan panas guguran sejauh 1.700 m ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Senin, 06/07/2026 pukul 08.28 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m dengan amplitudo maksimal 32,92 mm, durasi 103,55 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak),” tulis BPPTKG dalam keterangannya. 

Masyarakat diminta menjauhi kawasan rawan dan terus mengikuti informasi resmi, serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic