
ThePhrase.id - Pejabat Kepresidenan Bidang Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kembali memperluas layanan keagamaan berbasis digital untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, khutbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dunia dan disiarkan langsung secara global melalui berbagai platform resmi pemerintah Arab Saudi dan saluran afiliasinya.
Upaya ini bertujuan untuk menyampaikan pesan khutbah tersebut kepada umat Islam ke seluruh dunia dan mempromosikan pesan Islam tentang moderasi beragama.
Pengumuman itu disampaikan Kepala Kepresidenan Urusan Agama, Syeikh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, dalam penutupan forum ilmiah bertajuk “Upaya Arab Saudi dalam Melayani Sistem Keagamaan di Dua Masjid Suci”, demikian dilansir dari The Islamic Information (20/5/2026).
Langkah ini, lanjut Sudais, disebut sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan dakwah dan layanan keagamaan kepada umat Islam Internasional dan bentuk kepedulian serta tanggungjawab terhadap para jemaah sebagai Tamu Allah yang berkunjung ke Arab Saudi selama musim haji,
Tim khusus dengan kemampuan teknis mumpuni akan dimobilisasi dengan berbagai platform medianya untuk memastikan khutbah tersebut menjangkau khalayak global seluas-luasnya dengan profesionalisme dan standar kualitas yang tinggi.
Bahasa yang disediakan meliputi bahasa Inggris, Perancis, Indonesia, Urdu, Turki, Persia, Spanyol, Mandarin, Rusia, Bengali, Hindi, Melayu, Somali, Tamil, Tagalog, Jerman, Italia, Portugis, Swedia, Nepal, Uganda, Lithuania, hingga Swahili.
Selain itu tersedia pula bahasa Pashto, Punjabi, Bosnia, Uzbekistan, Tajik, Sinhala, Malayalam, Oromo, Tigrinya, dan Yoruba.
Sudais mengatakan proyek penerjemahan khutbah Arafah adalah inisiatif utama Urusan Keagamaan Dua Masjid Suci, yang dikembangkan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, sehingga berkontribusi untuk memperkaya konten keagamaan dalam berbagai bahasa di dunia.
Ia menegaskan bahwa upaya ini memungkinkan para jemaah haji yang tidak memahami Bahasa Arab untuk memahami dan mendapatkan manfaat dari pesan spiritual dari khutbah tersebut.
Pemerintah Arab Saudi resmi menunjuk Imam Masjid Nabawi Madinah, Syeikh Dr. Ali bin Abdurrahman Al Hudhaify, sebagai pembawa Khutbah Arafah pada musim haji tahun1447H / 2026M.
Penunjukan tersebut diumumkan melalui keputusan kerajaan dan langsung menjadi perhatian umat Islam dunia. Khutbah Arafah merupakan salah satu momen paling penting dalam pelaksanaan ibadah haji karena disampaikan saat jutaan jemaah menjalani wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dikutip dari Arabnews (21/5/2026).
Syeikh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaify dijadwalkan menyampaikan khutbah di Masjid Namirah saat wukuf di Arafah, yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Syeikh Ali Al Hudhaify dikenal sebagai salah satu imam senior dan ulama terkemuka di Arab Saudi. Selain memiliki suara tilawah Al-Qur’an yang sangat dikenal umat Muslim dunia, beliau juga memiliki rekam jejak panjang dibidang pendidikan, dakwah, dan peradilan syariah.
Berdasarkan informasi yang dirilis otoritas Arab Saudi, Syeikh Al Hudhaify lahir pada tahun 1366H bertepatan tahun 1947M di wilayah Al Awamir, Arab Saudi. Sejak kecil, beliau telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mempelajari berbagai disiplin ilmu syariah.
Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Syariah Riyadh dan lulus pada tahun 1392 H. Setelah itu, beliau melanjutkan studi hingga meraih gelar magister pada 1395 H dan gelar doktor dalam bidang fikih siyasah syar’iyyah pada 1402 H.
Dalam perjalanan akademiknya, Syeikh Al Hudhaify juga pernah menjadi pengajar di Universitas Islam Madinah. Ia dikenal aktif membimbing mahasiswa dan mengajar ilmu Al-Qur’an serta hadits.
Kariernya di Masjid Nabawi dimulai saat ditunjuk sebagai imam dan khatib pada tahun 1399 H. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi imam dan khatib Masjidil Haram sebelum akhirnya kembali bertugas di Masjid Nabawi.
Tak hanya itu, Syeikh Al Hudhaify juga pernah memimpin komite ilmiah percetakan mushaf Al-Qur’an Madinah dan memiliki sanad qira’at serta hadits yang tersambung kepada para ulama besar.
Penunjukan Syeikh Al Hudhaify sebagai Khatib Arafah dinilai membawa nuansa spiritual tersendiri pada musim haji tahun ini. Sosoknya dikenal luas sebagai ulama dengan pendekatan dakwah yang tenang, ilmiah, dan penuh keteduhan.
Khutbah Arafah tahun ini kembali akan disiarkan secara langsung ke berbagai negara dalam banyak bahasa agar pesan-pesan Islam yang disampaikan dapat menjangkau umat Islam di seluruh dunia.
Bagi jutaan jemaah haji, Khutbah Arafah bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian ibadah, tetapi juga momentum mendengarkan nasehat dan pesan persatuan umat Islam dari Tanah Suci. (Z. Ibrahim)