Hari Alzheimer Sedunia, Cegah Demensia dengan 1.000 Langkah Sehari

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Setiap tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer sedunia untuk meningkatkan kesadaran mengenai stigma yang beredar mengenai penyakit Alzheimer dan Demensia.

Pada tahun ini Hari Alzheimer Sedunia mengangkat tema Know Dementia, Know Alzheimer’s memfokuskan pada diagnosis dan pertanda Demensia yang juga termasuk pada efek berkelanjutan dari Covid-19.

Lebih dari 55 juta orang di dunia menderita Demensia dan termasuk salah satu penyakit penyebab kematian ketujuh. Diikuti juga dengan bertambahnya penduduk orang tua, kasus penyakit Demensia pun ikut bertambah dan diperkirakan akan bertambah hingga 139 juta orang pada tahun 2050.

Ilustrasi lansia yang sedang beraktifitas. (Foto: Unsplash/CDC)

Anton Porsteinsson, professor dan direktur Alzheimer’s Disease Care, Research and Education Program (AD-CARE) di Universitas Rochester Medical Center menjelaskan meskipun penyebab penyakit ini genetic dan faktor usia, tetapi gaya hidup sehat dapat mencegah resikonya.

“Pendekatan dengan mempertimbangkan gaya hidup, diet, olahraga, stimulasi kognitif, sosialisasi, dan jam tidur yang baik dapat membuat perbedaan. Beberapa [bisa efektif] meskipun jika dimulai di kemudian hari,” jelas Anton Porsteinsson.

Namun bukan berarti olahraga yang dimaksud harus dilakukan di gym. Menurut penelitian dari JAMA Neurol yang dikeluarkan pada 6 September 2022 olahraga ringan dapat mengurangi resiko Demensia.

Penelitian tersebut dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2022 pada orang berusia 61,1 tahun dengan memonitor kegiatan fisik sehari-hari partisipan dengan total 78.430 orang.

Peneliti juga mengontrol variabel seperti usia, jenis kelamin, ras, status sosial ekonomi, merokok, kesehatan secara keseluruhan, dan diet. Hasilnya didapatkan 866 partisipan atau 1.1% mengidap Demensia.

Hari Alzheimer Sedunia
Ilustrasi lansia yang sedang berjalan. (Foto: Unsplash/sk)

Kemudian, peneliti juga menemukan bahwa berjalan dapat mengurangi resiko Demensia. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa partisipan harus berjalan setidaknya 9.800 langkah untuk mengurangi 50% resiko Demensia. Sedangkan bagi yang hanya bisa melangkah sebanyak 3.826 dapat mengurangi resiko Demensia sebanyak 25%.

Porsteinsson menyetujui bahwa berolahraga meskipun ringan dapan mengurangi resikonya. “Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan bahkan mengupayakan dengan hal yang relatif kecil akan bermanfaat dan dapat meningkatkan daya tahan,” katanya.

Meskipun menurut Claire Sexton, Alzheimer’s Association senior director of scientific programs and outreach, penelitian tersebut belum bisa digeneralisasikan dan bukan solusi yang pasti. Namun ada baiknya untuk mendorong gaya hidup yang lebih sehat lagi.

Dapat disimpulkan bahwa dengan tetap aktif berjalan 1.000 langkah sehari dapat menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan umur panjang. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you