e-biz

Hari Kartini: Ini Pelaut Perempuan Pertamina Taklukan Selat Hormuz

Penulis Ahmad Haidir
Apr 21, 2026
Roro Anka Nurasti, pelaut muda Pertamina yang saat ini bertugas sebagai 3rd Officer. Foto. Dok. PPN
Roro Anka Nurasti, pelaut muda Pertamina yang saat ini bertugas sebagai 3rd Officer. Foto. Dok. PPN

Thephrase.id – Di balik kelancaran distribusi energi nasional, terdapat dedikasi para pelaut perempuan yang turut mengambil peran di tengah luasnya lautan Indonesia hingga lintasan internasional. Dalam momentum Hari Kartini, PT Pertamina Patra Niaga menyoroti kontribusi perempuan di sektor pelayaran.

Peran para pelaut menjadi krusial dalam memastikan distribusi energi dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah dengan akses yang lebih kompleks.

Salah satunya adalah Noor Faridah, pelaut dengan pengalaman lebih dari satu dekade yang saat ini menjabat sebagai Mualim II. Sepanjang kariernya, Noor telah mengoperasikan berbagai jenis kapal, mulai dari crude hingga kapal gas, termasuk menjalani pelayaran di rute internasional seperti Selat Hormuz hingga wilayah Irak.

Bagi Noor, laut bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang yang membentuk ketahanan dan tanggung jawab. Sikap inilah yang membuat ia Tangguh menaklukkan Selat Hormuz yang menjadi penyuplai 20 persen minyak dunia.

“Setiap pelayaran membawa tanggung jawab besar, karena kami tahu energi yang kami bawa akan sampai ke masyarakat. Jauh dari keluarga menjadi bagian dari perjalanan ini, namun itu juga yang menguatkan saya untuk selalu menjalankan tugas dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.

Kisah lain datang dari Roro Anka Nurasti,  pelaut muda yang saat ini bertugas sebagai 3rd Officer. Perjalanannya dimulai sebagai Mualim IV hingga kini terus berkembang menjalani peran yang menuntut ketelitian, disiplin, dan kesiapan dalam setiap pelayaran.

Bagi Anka, menjadi pelaut perempuan adalah tentang keberanian untuk melangkah melampaui batas.

“Menjadi pelaut perempuan bukan hanya soal pekerjaan, tetapi tentang keberanian untuk memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Ini adalah ruang untuk membawa mimpi, sekaligus membuktikan bahwa perempuan juga mampu berdiri dan berkontribusi di bidang ini,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa tantangan tidak selalu datang dari pekerjaan itu sendiri, tetapi dari proses membangun kepercayaan di lingkungan yang masih didominasi laki-laki. Namun, setiap proses tersebut justru membentuk dirinya menjadi lebih kuat dan percaya diri.

Kehadiran pelaut perempuan seperti Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti menjadi cerminan bahwa perempuan memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi, termasuk di sektor pelayaran. Dengan dedikasi dan profesionalisme, mereka tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga energi tetap hadir bagi masyarakat.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perempuan Indonesia terus bergerak maju, tidak hanya di darat, tetapi juga di laut, melalui langkah para pelaut perempuan yang menjaga energi dari garis depan distribusi nasional.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic