sportPiala Dunia 2026

Hari Penentuan Itu Segera Tiba, Menunggu Hasil Pertemuan 4 Mata FIFA dengan Iran terkait Nasib di Piala Dunia 2026

Penulis Ahmad Haidir
May 17, 2026
FIFA menggelar pertemuan dengan Iran membahas partisipasi di Piala Dunia 2026. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
FIFA menggelar pertemuan dengan Iran membahas partisipasi di Piala Dunia 2026. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu

Thephrase.id - Situasi keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 kembali menjadi perhatian setelah FIFA menjadwalkan pertemuan khusus dengan Federasi Sepak Bola Iran atau FFIRI di Istanbul, Turki, pada Sabtu, 16 Mei 2026 guna membahas kepastian kehadiran Iran di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Delegasi FIFA dalam agenda itu dipimpin Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, yang disebut akan memberikan penjelasan sekaligus jaminan kepada pihak FFIRI terkait akses masuk dan keamanan delegasi Iran selama menjalani Piala Dunia 2026.

Kekhawatiran mengenai partisipasi Timnas Iran mulai muncul sejak pecahnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Situasi ini kemudian memicu polemik mengenai visa dan penerimaan delegasi Iran di negara tuan rumah.

Masalah semakin berkembang setelah Presiden FFIRI, Mehdi Taj, dilaporkan ditolak masuk ke Kanada ketika hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver awal bulan ini karena dikaitkan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC yang oleh Amerika Serikat dan Kanada dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris.

"Menurut saya, ini adalah pertemuan yang sangat menentukan, artinya mereka harus memberikan jaminan kepada kami karena persoalan visa sampai sekarang belum terselesaikan," ujar Mehdi Taj dikutip Reuters.

Beberapa pejabat sepak bola Iran sebelumnya juga disebut gagal memperoleh visa Amerika Serikat menjelang pengundian grup Piala Dunia pada Desember lalu, sementara setidaknya satu pejabat Iran lainnya dipulangkan oleh otoritas Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA pada April 2026.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan FIFA memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh peserta dan delegasi resmi dapat memasuki negara tuan rumah tanpa diskriminasi maupun pembatasan politik.

"Tim nasional sepak bola Iran telah mendapatkan haknya untuk tampil melalui hasil di lapangan sesuai dengan regulasi FIFA," tulis Kazem Gharibabadi melalui media sosialnya.

"Setiap hambatan terhadap masuknya pemain, staf pelatih, pejabat federasi, maupun anggota penting delegasi Iran akan melanggar semangat dan tujuan dari Piala Dunia," lanjut pernyataan tersebut.

"Jika penyelenggara tidak dapat menjamin seluruh tim yang lolos, termasuk Iran, bisa memasuki negara tuan rumah tanpa diskriminasi atau pembatasan serta bertanding dengan perlakuan yang setara, maka kredibilitas Piala Dunia itu sendiri akan rusak," sambungnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan bahwa Timnas Iran tetap dipersilakan tampil di Piala Dunia 2026, akan tetapi siapa pun yang dianggap memiliki hubungan dengan IRGC tidak akan diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga sempat menegaskan bahwa pemerintahannya tidak ingin mengganggu para atlet Iran meski hubungan kedua negara memanas akibat konflik yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Di tengah polemik tersebut, FIFA bersama presidennya, Gianni Infantino, tetap memastikan Iran akan tampil sesuai jadwal di Piala Dunia 2026, termasuk menjalani laga fase grup di Los Angeles menghadapi Belgia dan Selandia Baru serta pertandingan lainnya di Seattle melawan Mesir.

Timnas Iran dijadwalkan meninggalkan Teheran menuju Turki pada Senin, 18 Mei 2026 untuk menjalani pemusatan latihan sebelum bertolak ke markas mereka di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, pada awal Juni, dengan laga pembuka Piala Dunia 2026 menghadapi Timnas Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026. 

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic