sportLiga 1 Indonesia

Hasil RUPS PT LIB: Glenn Sugita Tetap Jadi Komisaris, Zainudin Amali Mundur Digantikan Yunus Nusi

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 27, 2026
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu, 26 Agustus 2026 menghasilkan sejumlah keputusan. (Foto: Istimewa)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu, 26 Agustus 2026 menghasilkan sejumlah keputusan. (Foto: Istimewa)

ThePhrase.id - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu, 26 Agustus 2026 menghasilkan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026-2027, termasuk penetapan jadwal dimulainya Super League pada 4 September 2026.

Rapat yang berlangsung di Jakarta tersebut dihadiri 19 pemegang saham, yang terdiri atas 18 klub peserta Super League 2026-2027 serta PSSI sebagai pemegang saham pengendali PT LIB.

Salah satu keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut adalah perubahan pada posisi komisaris utama PT LIB, setelah Zainudin Amali mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan digantikan oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Penunjukan Yunus Nusi sebagai komisaris utama dilakukan sesuai dengan anggaran dasar perseroan yang mengatur bahwa posisi tersebut diisi secara ex-officio oleh unsur pimpinan PSSI.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, mengatakan keputusan pergantian tersebut dilakukan setelah Amali menyatakan mundur karena alasan kesibukan dan aktivitas yang dijalaninya.

"Nah, seperti yang disampaikan oleh Prof Amali, beliau mengundurkan diri karena alasan dan kesibukan beliau. Kemudian, PSSI menunjuk Pak Yunus Nusi sebagai komisaris utama," ujar Ferry.

Pergantian tersebut tidak mengubah komposisi anggota dewan komisaris lainnya karena Glenn Sugita tetap menjadi komisaris yang mewakili Persib Bandung selaku klub juara, sedangkan Muhammad Lutfi masih menduduki posisi komisaris independen.

"Di komisaris klub juara yang awalnya akan berganti kepada salah satu komisaris yang ada di Persib, ternyata tidak jadi, tetap Pak Glenn Sugita," kata Ferry.

Selain melakukan perubahan pada jajaran komisaris, RUPS juga menetapkan penataan struktur direksi PT LIB dengan Sadikin Aksa, Teddy Tjahjono, dan Asep Saputra mengisi posisi strategis di bawah kepemimpinan Ferry Paulus.

Hasil RUPS PT LIB  Glenn Sugita Tetap Jadi Komisaris  Zainudin Amali Mundur Digantikan Yunus Nusi
Salah satu keputusan yang dihasilkan dalam RUPS PT LIB adalah perubahan pada posisi komisaris utama. (Foto: Istimewa)

RUPS turut membahas PT Liga Utama Indonesia (LUI), entitas anak usaha PT LIB yang secara khusus menangani kompetisi kasta kedua atau Championship, termasuk menyetujui peningkatan modal dasar perusahaan tersebut dari Rp3 miliar menjadi Rp7,5 miliar.

"Di pengujung dilakukan persetujuan reorganisasi atau kepengurusan yang baru. Disahkan direktur utamanya masih saya, kemudian ada Direktur 1 Pak Asep Saputra," tegas Ferry.

"Kemudian Pak Sadikin Aksa sebagai komisaris utama dan komisaris dari kalangan profesionalnya yaitu Amir Burhanuddin sebagai pengendali supervisory di PT Liga Utama Indonesia," lanjutnya.

Ferry menjelaskan dirinya tetap menduduki posisi direktur utama PT LUI karena perusahaan tersebut merupakan anak usaha dengan kepemilikan saham mayoritas masih berada di tangan PT LIB sebesar 52 persen, sementara klub-klub memiliki 48 persen saham.

"Kenapa masih ada saya? Karena ini anak usaha. Dalam aksi korporasi itu diharuskan karena pengendali sahamnya masih mayoritas di PT LIB yaitu 52%, sementara klub 48%. Sehingga direksi dan komisaris masih harus didominasi dari holding-nya itu sendiri," ucapnya.

Keputusan lain dalam RUPS menyangkut besaran dana kontribusi bagi klub peserta kompetisi. PT LIB menaikkan nilai yang diberikan kepada peserta Super League dari Rp19 miliar pada musim sebelumnya menjadi Rp27 miliar untuk musim 2026-2027.

"Subsidi masih sama seperti musim yang lalu ya, tetapi yang kita berikan sesungguhnya naik lebih besar. Yang awalnya Rp19 miliar, kemudian kali ini kita memberikan sebesar Rp27 miliar. Sementara, kontribusi Liga 2 yang awalnya hanya Rp2 miliar menjadi Rp3 miliar," imbuhnya.

Untuk kompetisi Championship, dana kontribusi klub juga mengalami peningkatan dari Rp2 miliar menjadi Rp3 miliar, sehingga terdapat kenaikan pada kedua kompetisi yang berada di bawah pengelolaan PT LIB.

Super League 2026-2027 selanjutnya dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026, dengan kick-off akan berlangsung di Bali.

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT LIB

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Yunus Nusi
Komisaris: Glenn Sugita
Komisaris Independen: Muhammad Lutfi

Dewan Direksi

Direktur Utama: Ferry Paulus
Direktur Bisnis: Sadikin Aksa
Direktur Finansial dan Administrasi: Teddy Tjahjono
Direktur Kompetisi: Asep Saputra

(Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic