
ThePhrase.id - Hasil survei nasional yang dilakukan Cyrus Network menunjukkan bahwa mayoritas publik masih memberikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun menginginkan adanya perbaikan dalam pelaksanaannya.
Peneliti Utama Cyrus Network, Syahril Ilhami menyampaikan bahwa tingkat dukungan masyarakat terhadap program MBG mencapai 65,4 persen, dengan rincian 56,0 persen publik mendukung dan 9,4 persen sangat mendukung.
“Kalau kita lihat data, ada 65,4 persen publik mendukung program MBG ya, meskipun kalau kita lihat yang tidak mendukungnya ada 32,7 persen. Tapi secara jumlah, lebih banyak publik yang mendukung,” ujar Syahril dalam rilis survei yang digelar secara daring melalui kanal YouTube Cyrus Network, Selasa (14/4).
Syahril menjelaskan, dukungan terhadap program tersebut didorong oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Tiga alasan utamanya ialah; membantu pemenuhan gizi masyarakat (31,5 persen), mengurangi beban ekonomi keluarga (28,4 persen), dan mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu menyusui dan ibu hamil (23 persen).
Di sisi lain, tiga alasan utama publik tidak mendukung program tersebut yakni; pelaksanaannya kurang baik (30,1 persen), kualitas makanan diragukan (22,3 persen), dan anggaran yang dinilai terlalu besar (16,7 persen).

Terkait dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, sebanyak 45,6 persen responden menilai program MBG sebaiknya dilanjutkan dengan melakukan perbaikan dalam pelaksanaannya
“Mayoritas berharap makan bergizi ini dilanjutkan dengan catatan melakukan perbaikan dalam pelaksanaannya. Jadi ini tidak bisa menjadi maju begitu saja menurut publik, tapi perlu ada perbaikan,” kata Syahril.
Sementara itu, sebanyak 34,5 persen responden merasa bahwa program MBG sebaiknya dihentikan dan anggarannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan, kualitas guru, beasiswa dan program pendidikan lainnya.
Adapun 17,4 persen responden menyatakan program tersebut sebaiknya dilanjutkan karena merupakan program pro rakyat, serta 2,5 persen lainnya memilih tidak tahu/tidak menjawab.
“Kita bisa lihat bahwa di sini ada dukungan yang cukup rasional dari publik. Bukan sekadar mendukung, tapi publik berharap ada perbaikan dalam tata kelola dan implementasi program MBG,” tandasnya.
Sebagai informasi, survei Cyrus Network ini dilaksanakan pada 1—5 April 2026, dengan melibatkan 1.260 warga Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah sebagai responden, yang tersebar di 126 desa/kelurahan terpilih di 38 provinsi. (Rangga)