
ThePhrase.id - Produk pemanis Beeru Stevia menjadi sorotan setelah content creator Dokter Detektif (Doktif) mengungkap hasil uji laboratorium mandiri yang disebut menunjukkan kandungan produk tersebut tidak sesuai dengan klaim yang dipromosikan.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @dokterdetektifhero pada Rabu (28/10), Doktif memperlihatkan dokumen hasil pengujian laboratorium terhadap sampel Beeru Stevia. Hasil pengujian tersebut mencatat kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram.
Doktif juga menyoroti temuan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L. Menurutnya, kedua pemanis buatan tersebut tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.
Ia turut membandingkan hasil pengujian dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan menilai kadar kedua zat tersebut melampaui batas yang diperbolehkan. Doktif pun meminta BPOM melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap pabrik yang memproduksi Beeru Stevia.
Sebagai informasi, stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Ekstrak daunnya mengandung steviol glikosida, senyawa yang memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula biasa. Stevia kerap digunakan sebagai alternatif gula karena tidak mengandung kalori dalam jumlah berarti serta tidak menaikkan kadar gula darah dan aman digunakan sebagai pengganti gula oleh penderita diabetes.
Menanggapi polemik tersebut, Beeru Indonesia menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya pada Rabu (28/10). Perusahaan menyatakan tengah menelusuri informasi yang beredar dan meminta maaf atas kekhawatiran yang muncul di kalangan konsumen.
Beeru menjelaskan bahwa proses pembuatan produknya melibatkan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, hingga produksi. Meski demikian, perusahaan menegaskan tetap bertanggung jawab atas produk yang dipasarkan dengan mereknya.
Saat ini, Beeru tengah berkoordinasi dengan mitra manufaktur untuk memverifikasi temuan tersebut. Selama proses verifikasi berlangsung, perusahaan memutuskan menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia.
“Langkah yang kami ambil saat ini adalah menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai,” tulis manajemen Beeru Indonesia.
Perusahaan menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses verifikasi selesai. [nadira]