lifestyle

Hati-Hati! Penelitian Ungkap Kurang Tidur Berulang Ganggu Metabolisme dan Picu Kenaikan Berat Badan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 26, 2026
Ilustrasi: Seseorang kurang tidur. (Foto: Pexels/Karola G)
Ilustrasi: Seseorang kurang tidur. (Foto: Pexels/Karola G)

ThePhrase.id - Kurang tidur yang terjadi secara berulang dapat berdampak pada kesehatan metabolik dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kerja hormon, metabolisme, hingga tingkat aktivitas fisik seseorang.

Dilansir Psychology Today, tidur merupakan proses biologis penting yang berfungsi mengatur hormon, metabolisme, pemulihan jaringan tubuh, serta memengaruhi tingkat energi untuk beraktivitas pada keesokan harinya.

Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell menemukan bahwa tidur berperan dalam merangsang pelepasan hormon pertumbuhan (growth hormone). Hormon tersebut berfungsi memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan otot dan tulang, membantu metabolisme lemak, serta mengatur kadar glukosa.

Peneliti juga menemukan bahwa hormon pertumbuhan memiliki hubungan timbal balik dengan otak, khususnya pada bagian yang mengatur proses bangun, perhatian, dan kewaspadaan.

Temuan lain yang melibatkan 95 orang dewasa menunjukkan bahwa pengurangan waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam selama enam pekan berkaitan dengan kenaikan berat badan rata-rata sekitar 0,45 kilogram.

Selain itu, peserta penelitian tercatat menghabiskan sekitar 17 menit lebih lama dalam kondisi tidak aktif setiap hari dibandingkan saat menjalani pola tidur normal.

Para peneliti menjelaskan, kurang tidur tidak hanya memengaruhi hormon pengatur rasa lapar, tetapi juga membuat tubuh lebih mudah lelah sehingga aktivitas fisik cenderung berkurang.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan metabolik.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa tidur yang lebih lama bukan satu-satunya faktor penentu berat badan. Pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, kondisi medis, dan tingkat stres tetap menjadi aspek penting yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. (Rangga) 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic