religion

Heboh, 1.800 Agen Umrah Asing Dibekukan

Penulis Zuhri Ibrahim
Feb 26, 2026
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Foto: ksa.directory)
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Foto: ksa.directory)

ThePhrase.id - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengakhiri kontrak dengan 1.800 agen perjalanan asing yang beroperasi di sektor Umrah.

Keputusan ini, yang memengaruhi hampir sepertiga dari sekitar 5.800 operator asing berlisensi, menyusul evaluasi berkala yang mengidentifikasi kekurangan kinerja dan kualitas layanan yang di bawah standar.

Penangguhan ini secara khusus berlaku untuk kemampuan agen-agen tersebut dalam menerbitkan visa Umrah baru.

Kementerian menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindakan pengaturan yang dirancang untuk membantu perusahaan-perusahaan tersebut mengatasi masalah klasifikasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar layanan yang disetujui.

Kementerian Haji dan Umrah menghentikan penerbitan visa baru melalui perusahaan yang tidak patuh, dan memberikan masa tenggang 10 hari untuk memperbaiki masalah kinerja.

Kontrak akan dipulihkan setelah agen-agen tersebut memenuhi semua persyaratan dalam jangka waktu tersebut.

Pelayanan bagi jamaah umrah tetap berjalan tanpa gangguan

Para pejabat Kementerian menekankan bahwa para pelaksana Umrah yang sudah memiliki visa yang sah atau telah melakukan pemesanan melalui agen-agen yang ditangguhkan tidak akan terpengaruh, dan layanan mereka akan tetap berlanjut tanpa gangguan. Tindakan ini hanya menargetkan pemrosesan visa baru.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Ghassan Alnwaimi, menyatakan bahwa tindakan regulasi akan diterapkan terhadap lembaga mana pun yang gagal memperbaiki kekurangannya sesuai tenggat waktu, demikian dilansir dari The Economic Times, Selasa (3/2/2026).

Alnwaimi menambahkan bahwa Kementerian akan terus memantau dan mengevaluasi untuk meningkatkan keandalan sektor ini dalam melindungi hak-hak jamaah. Bagi para agen yang gagal mematuhi ketentuan dalam masa tenggang, bisa saja menghadapi penangguhan berkelanjutan atau pemutusan kontrak permanen. 

Kementerian berencana untuk mempertahankan alat pemantauan dan evaluasi, termasuk inspeksi mendadak dan indikator kinerja yang lebih ketat, untuk menegakkan standar layanan bagi jamaah umrah di masa mendatang.

Penerapan aturan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Arab Saudi untuk membangun ekosistem perjalanan umrah yang profesional, meningkatkan akuntabilitas, dan menyelaraskan layanan dengan standar internasional. Para pengamat kebijakan Arab Saudi meyakini bahwa pengawasan yang lebih ketat akan membantu membangun kepercayaan di antara para jamaah, mengurangi penipuan, dan memastikan agen-agen mematuhi kewajiban kontraktual, mengukuhkan nama baik Kerajaan sebagai penjaga dua tempat suci. (Z. Ibrahim)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic