trending

Heboh di Sosial Media, Benarkah Polusi Sebabkan Eksim?

Penulis Nadira Sekar
Sep 27, 2023
Foto: Ilustrasi Eksim (freepik.com)
Foto: Ilustrasi Eksim (freepik.com)

ThePhrase.id - Dalam beberapa waktu belakangan ini, sejumlah penduduk yang tinggal di wilayah Jabodetabek mengeluhkan kondisi kulit meradang atau eksim yang diduga disebabkan oleh tingginya tingkat polusi udara. 

Dilansir dari Siloam Hospitals, dermatitis atopik atau eksim adalah suatu kondisi yang ditandai oleh ruam merah, kulit yang kering, rasa gatal, dan bersisik. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi penghalang alami kulit, yang bertugas menjaga kelembaban dan melindungi kulit.

Kondisi kulit kering dan bersisik akibat eksim biasanya tidak menimbulkan luka basah, sehingga sering kali disebut dengan eksim kering. Namun, dalam kasus yang lebih serius, kulit dapat terasa nyeri saat disentuh atau mungkin muncul lepuhan kecil yang dapat pecah, mengeluarkan cairan, dan membentuk kerak.

Salah satu warganet yang telah berbagi pengalaman tentang masalah kulit ini adalah seorang influencer bernama Tanya Larasati. Melalui laman Instagramnya, ia memposting foto yang menggambarkan eksimnya yang kambuh.

“Makin resah setiap hari rasanya kalau aku harus bergelut lagi dengan rasa kulit yang tidak nyaman karena gatal menyerang,” tulisnya.

Lantas apakah benar polusi bisa menyebabkan eksim?

Beberapa individu memang mengalami eksim karena faktor genetik, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa sejumlah bahan kimia tertentu dapat memicu gejala eksim. Menurut sumber dari webmd.com, bahan kimia dalam polusi yang berasal dari kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan paparan asap rokok telah terbukti mengganggu kemampuan kulit untuk menghasilkan minyak sehat, sehingga meningkatkan risiko terkena eksim.

Selain itu, polusi juga dapat mengganggu mikrobiota kulit normal, yang mengubah keseimbangan sel-sel sehat yang berperan dalam menjaga penghalang kulit dan melindungi dari infeksi. Semua ini, bersamaan dengan rangsangan terhadap respons sistem kekebalan tubuh, berkontribusi pada iritasi kulit dan gejala eksim.

Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh para peneliti adalah upaya untuk menguraikan dampak spesifik polusi udara terhadap kesehatan kulit. Ini disebabkan oleh ketidakmungkinan untuk memilih polutan udara individual dan menguji eksposur terhadap mereka pada orang-orang dalam pengaturan laboratorium.

Dengan demikian, apa yang ditemukan dalam penelitian ini lebih merupakan kasus korelasi daripada sebab akibat, ada hubungan antara eksim dan polusi udara, tetapi tidak diketahui seberapa kuat hubungannya atau siapa yang paling berisiko.

Cara Menyembuhkan Eksim yang Timbul

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau dermatologis. Mereka dapat memberikan diagnosis yang tepat dan menyarankan pengobatan yang sesuai untuk jenis eksim Anda. Dokter mungkin meresepkan krim atau salep kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan gatal pada kulit. Selain itu, ada juga salep non-kortikosteroid yang dapat digunakan untuk mengatasi eksim.

Selain itu, menjaga kulit tetap lembap juga sangat penting. Gunakanlah pelembap bebas pewangi dan alkohol setiap hari, terutama setelah mandi, untuk menjaga kelembapan kulit. Mengadopsi gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan yang baik, tidur yang cukup, dan mengelola stres juga dapat membantu mengurangi gejala eksim.

 
Related News

Popular News

 

News Topic