Hobi Rock Climbing? Tebing Watu Gribig Destinasi Penuh Tantangan

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Tebing Watu Gribig adalah salah satu destinasi di Dieng, Wonosobo yang menawarkan pemandangan indah dan tantangan adrenalin bagi yang memiliki hobi rock climbing atau panjat tebing.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo  mengatakan lokasi tersebut bisa dijadikan destinasi sport tourism.

Destinasi ini menjadi salah satu pilihan untuk para pemanjat tebing karena tebing-tebing yang terletak di desa tertinggi di Pulai Jawa ini menawarkan pemandangan yang indah khasnya Dieng yang segar.

Tak hanya itu, Tebing Watu Gribig sudah sering dijadikan destinasi untuk memanjat tebing sehingga terdapat pengaman untuk mempermudah para pemanjat tebing terutama yang baru memulai hobi ini.

Persiapan untuk panjat tebing. (Foto: Jatengprov)

Tebing ini memiliki tinggi sekitar 25 hingga 30 meter dan berada pada ketinggian antara 1600 sampai 2100 mdpl. Terletak di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, lebih tepatnya  merupakan kawasan vulkanik aktif sehingga memiliki batuan andesit dengan 14 jalur pemanjatan dan tingkat kesulitan yang berbeda.

Tebing Watu Gribig dijadikan lokasi panjat tebing pada tahun 2016 oleh Indonesian Climbing Expedition yang didukung oleh BMU Organizer. Dengan tiga tebing berbeda yaitu Wati Tedeng, Watu Rata dan Watu Lancip.

“Yang menarik dari tebing ya, ini betul-betul rock climbing. Menarik adalah kita yang mengikuti cacat batuannya, sehingga orang ditantang untuk orientasi dulu, atur strategi, dan itu membikin lebih complicated, tapi nuansanya akan sangat berbeda dibandingkan yang artifisial. Sehingga, ini bisa menjadi tempat destinasi wisata sport tourism yang sangat menarik,” tutur Ganjar Pranowo pada Indonesia Climbing Festival, Sabtu (10/9/2022).

Panjat tebing. (Foto: Jatengprov)

Ia juga menambahkan bahwa dengan memanjat tebing di Watu Gribig ini mulai dari pemanjat tebing pemula hingga yang sudah pro pun bisa merasakan sensasinya memanjat tebing tinggi dengan pemandangan indah dan asri.

Dalam kegiatan memanjat tebing ini tidak hanya dengan rute memanjat dari bawah ke atas atau memanjat secara vertical namun ada juga melintas dinding secara horizontal atau disebut traversing.

“Kita berharap rock climbing menjadi destinasi. Itu mimpi kami semua, terutama untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Tebing di Wonosobo ini eksotik dan unik karena tidak tinggi tetapi banyak. Di beberapa bagian tebing juga terdapat gua sehingga ke depan dapat dieksplorasi,” imbuhnya. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you