
ThePhrase.id - Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur, disesuaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong memutuskan menggeser jadwal atraksi barongsai yang biasanya berlangsung pada malam hari menjadi siang hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Dikutip dari Antara, penyesuaian dilakukan karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026. Dengan pengaturan tersebut, rangkaian kegiatan diharapkan tetap berjalan khidmat tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah malam umat Islam.
"Kita sesama umat beragama saling toleransi, sehingga kegiatan diatur agar tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa," kata Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong, Hansen, di Samarinda, Senin (16/02).
Untuk teknis pelaksanaan, pihak kelenteng masih berkoordinasi dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia agar pertunjukan barongsai tetap aman dan tertib bagi pengunjung.
Selain atraksi barongsai, kelenteng tertua di Kalimantan Timur yang telah berusia 121 tahun ini juga melakukan berbagai persiapan menjelang malam puncak Cap Go Meh. Sejak awal Januari 2026, kelenteng mulai dipercantik melalui pembersihan dan pengecatan ulang demi kenyamanan pengunjung. Pembersihan patung 11 dewa dewi serta penggantian busana kebesaran rampung pada 25 Januari 2026. Interior kelenteng juga dihiasi pohon sakura imitasi dan sekitar 200 lampion yang terpasang rapi.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 juga menandai dimulainya Shio Kuda Api yang kerap dimaknai sebagai simbol dinamika dan pembaruan. Sejalan dengan makna tersebut, ornamen bertema shio kuda ditambahkan di aula utama sebagai simbol harapan agar umat mampu lebih adaptif menghadapi perubahan zaman.
Pengelola memperkirakan jumlah pengunjung selama periode perayaan dapat mencapai 6.000 orang, tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari Balikpapan dan daerah sekitarnya.
Adapun jadwal persembahyangan utama dimulai pada 16 Februari pukul 20.00 hingga 24.00 WITA dan dilanjutkan pada 17 Februari mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Masyarakat umum dipersilakan hadir untuk menyaksikan suasana budaya serta berfoto guna memeriahkan perayaan. [nadira]