
Thephrase.id - Menjelang dimulainya BRI Super League 2026-2027, I.League menggelar sejumlah kegiatan bersama delegasi suporter dan Supporter Liaison Officer (SLO) dari klub peserta kompetisi yang berlangsung pada 3-5 September 2026 di Gianyar, Bali.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesepahaman antara PSSI, I.League, klub, SLO, suporter, dan pihak terkait lainnya agar penyelenggaraan pertandingan dapat berjalan dengan aman, tertib, serta bertanggung jawab.
Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari Fun Football, sosialisasi program Sobat Liga, pemaparan mengenai peran dan fungsi SLO klub, hingga Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kebijakan kehadiran suporter klub tamu pada pertandingan tandang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembukaan Super League 2026-2027, termasuk prosesi deklarasi suporter away serta rangkaian opening ceremony kompetisi yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Kehadiran kembali suporter klub tamu di stadion pada musim 2026-2027 merupakan hasil koordinasi dan kesepahaman antara PSSI, FIFA, Kepolisian, dan I.League, sekaligus memberikan kepercayaan serta tanggung jawab lebih besar kepada klub dalam mengelola kehadiran suporter sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa kesempatan bagi suporter away untuk kembali hadir langsung di stadion merupakan kepercayaan yang harus dijaga oleh seluruh pihak, terutama klub dan suporter.
"Dibukanya kembali kesempatan bagi away supporter adalah kepercayaan yang harus kita jaga bersama. Klub memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik. Tidak boleh lagi terjadi kerusuhan, bentrokan antarsuporter, tindakan rasisme, kekerasan, maupun tindakan kriminal lainnya yang mencederai sepak bola kita," tegas Ferry.
Menurut Ferry, kembalinya kesempatan bagi suporter untuk mendukung klub secara langsung dalam pertandingan tandang bukan sekadar bagian dari kebijakan penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali kepercayaan antara berbagai pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia.
Sesuai Statuta PSSI dan regulasi kompetisi, klub memiliki tanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pertandingan serta perilaku suporternya, sementara klub tuan rumah melalui Panitia Pelaksana bertanggung jawab atas aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Tanggung jawab klub juga mencakup koordinasi, komunikasi, dan pengelolaan terhadap suporternya, termasuk ketika mereka mengikuti pertandingan tandang. Sedangkan PSSI dan I.League menjalankan fungsi serta kewenangannya melalui regulasi, standar penyelenggaraan, koordinasi, dan pengawasan kompetisi.
Ferry kembali menekankan bahwa keberhasilan penerapan kebijakan suporter away sangat bergantung pada komitmen klub dan suporter dalam menjaga keamanan serta ketertiban setiap pertandingan yang mereka jalani.
"Karena itu, kebijakan ini bukan hanya tentang suporter dapat kembali mendukung klubnya pada pertandingan tandang. Ini adalah kesempatan bagi klub dan suporter untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia mampu membangun budaya pertandingan yang aman, dewasa, dan bertanggung jawab. Kepercayaan ini harus kita jaga bersama," beber Ferry.
Melalui pertemuan bersama delegasi suporter dan SLO tersebut, I.League ingin memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kebijakan suporter away, termasuk tanggung jawab masing-masing dalam menjaga pelaksanaannya agar tetap sesuai dengan aturan.
Selain mengikuti sosialisasi dan diskusi mengenai peran suporter serta kebijakan pertandingan tandang. Para delegasi juga terlibat dalam prosesi deklarasi suporter away dan rangkaian opening ceremony Super League 2026-2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.