
ThePhrase.id - Mantan konsultan teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ibrahim Arief alias Ibam tengah menjadi sorotan setelah mengunggah tautan menuju arsip terenkripsi melalui akun X pribadinya, @ibamarief pada Selasai (8/9).
Arsip terenskripsi tersebut menjadi perbincangan karena diunggah di tengah kasus hukum yang ia jalani terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management di Kemendikbudristek.
Tautan tersebut mengarah ke sebuah arsip yang disebarkan melalui jaringan BitTorrent. Unggahan itu juga mencantumkan informasi berupa hash yang dapat digunakan untuk memverifikasi berkas.
Melalui unggahannya, Ibam memberikan catatan kepada pihak yang ingin mengakses tautan itu untuk menjaga keamanan datanya hingga kunci untuk membuka arsip dikeluarkan. Adapun kunci tersebut nantinya akan dirilis Ibam sendiri.
“Arsip terenkripsi, mohon bantu amankan, kunci dekripsi akan dipublikasikan,” tulis Ibam.
Lebih lanjut, Ibam kemudian, menjelaskan mekanisme terkait penggunaan tautan berisi arsip terenskripsi berukuran 13,6 MB tersebut.
“Koreksi: Harap hapus tanda dolar sebelum menggunakan tautan magnet. Tanda tersebut muncul dengan sendirinya karena sistem mengiranya sebagai cashtag,” tambahnya.
Warganet menduga arsip itu berisi data penting. Kemunculan tautan tersebut kemudian dikaitkan dengan istilah dead man’s switch.
Istilah ini merujuk pada mekanisme yang dirancang untuk menjalankan tindakan tertentu ketika seseorang tidak lagi memberikan respons atau input dalam periode tertentu.
Meski demikian, keberadaan tautan arsip saja belum cukup untuk memastikan bahwa sistem tersebut benar-benar merupakan dead man’s switch yang telah diprogram untuk aktif secara otomatis.
Secara umum, dead man’s switch merupakan mekanisme keselamatan yang bekerja berdasarkan prinsip fail-safe. Selama operator masih memberikan input, sistem akan tetap berjalan. Namun, ketika input atau respons berhenti terdeteksi, sistem secara otomatis menjalankan tindakan yang telah ditentukan.
Dilansir IDN Times, mekanisme ini banyak digunakan pada perangkat dan sistem yang membutuhkan respons aktif dari operator.
Pada kereta, misalnya, sistem dapat mengaktifkan rem apabila masinis tidak lagi memberikan respons dalam waktu tertentu. Konsep serupa juga dapat diterapkan pada peralatan industri, alat berat, hingga robot.
Dalam sistem digital, dead man’s switch dapat menggunakan timer atau mekanisme check-in secara berkala. Apabila pengguna tidak melakukan check-in dalam waktu yang telah ditentukan, sistem dapat menjalankan tindakan seperti mengirim peringatan, mencadangkan data, menonaktifkan akses, atau menjalankan perintah yang telah diprogram. (Rangga)