e-biz

IFRA 2026 Digelar 28–30 Agustus, Hadirkan 250 Merek dan Peluang Kemitraan Bisnis

Penulis Firda Ayu
Aug 21, 2026
IFRA 2026 (Foto: Istimewa)
IFRA 2026 (Foto: Istimewa)

ThePhrase.id – The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026 kembali digelar sebagai ruang pertemuan bagi pelaku usaha, pemilik merek, calon mitra, hingga masyarakat yang ingin menjajaki peluang bisnis. Pameran kemitraan dan bisnis yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo ini akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, sekaligus menandai penyelenggaraan edisi ke-25.

Mengusung tema "Empowering the Growth of Ethical Franchising", IFRA 2026 hadir untuk mendorong  pentingnya pertumbuhan bisnis kemitraan yang aman, legal, dan transparan, dengan harapan ekosistem bisnis kemitraan semakin akuntabel dan turut mengakselerasi pertumbuhan UMKM nasional.

Saat ini, peluang bisnis dengan skema kemitraan semakin beragam. Kemitraan dapat mencakup berbagai bentuk kerja sama usaha, mulai dari distribusi, lisensi, hingga business opportunity, dengan tingkat kompleksitas dan aspek legalitas yang berbeda-beda. Salah satu bentuk yang memiliki pengaturan lebih ketat adalah franchise atau waralaba.

Waralaba mewajibkan kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebagai salah satu indikator keabsahannya. Artinya, tidak semua bisnis kemitraan dapat disebut sebagai franchise. Data Kementerian Perdagangan mencatat hingga April 2026 telah diterbitkan 165 STPW Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 Pemberi Waralaba Luar Negeri. 

Jumlah tersebut terus bertambah seiring semakin banyaknya pelaku usaha yang mengedepankan legalitas dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Kondisi ini sekaligus membuat calon mitra perlu semakin cermat dalam memeriksa aspek legal sebelum memutuskan bergabung dalam suatu skema kemitraan.

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Franciska Simanjuntak, menyebut sektor kewirausahaan dan kemitraan sebagai salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia. 

“Kami dari Kementerian Perdagangan menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional, yang rasionya saat ini baru 3,29 persen dan masih tertinggal dari negara tetangga. Sistem waralaba menjadi salah satu jalur strategis karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi, dan kami menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini,” ujar Franciska.

Untuk mendorong lahirnya wirausaha baru yang mendukung ekosistem kemitraan bisnis yang legal dan akuntabel, IFRA 2026 juga menghadirkan berbagai program, seperti Campuspreneur, Business Talkshow, IFRA Women's Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, serta The 10th IFBCC (Ifrapreneur Business Concept Competition).

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan interaktif, seperti IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Business Mascot Competition yang menghadirkan sisi seru dan menghibur dari dunia bisnis.

Digelar dengan cakupan peserta dan pengunjung yang lebih besar, IFRA 2026 menargetkan kehadiran 250 merek unggulan dari 175 perusahaan, dengan proyeksi 30.000 pengunjung secara hibrida.

Bagi masyarakat, pelaku bisnis, dan calon investor yang sedang mencari peluang usaha, tiket masuk IFRA 2026 dibanderol Rp60.000 dan sudah dapat dipesan lebih awal melalui www.ifra-indonesia.com atau dibeli on the spot pada hari pelaksanaan, 28–30 Agustus 2026. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic