
ThePhrase.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 3,02% ke level 5.760,33 pada perdagangan pagi ini, Kamis (4/6).
Kondisi IHSG tercatat lebih parah pelemahannya pada saat perdagangan baru dibuka, tersungkur mencapai 21,50 poin atau 0,36% ke level 5.919,56 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.941,07.
Pelemahan itu terjadi seiring 547 saham melemah, 321 saham stagnan, dan hanya 88 saham yang mengalami kenaikan.
Sementara frekuensi transaksinya tercatat sebanyak 397,9 ribu kali dengan volume perdagangan mencapai 5,23 miliar lembar. Frekuensi transaksi itu nilainya mencapai Rp3,38 triliun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap biang kerok tersungkurnya IHSG yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, terjun payungnya IHSG lantaran banyaknya isu-isu negatif yang berkembang di dalam negeri.
"Karena banyaknya isu-isu negatif," kata Purbaya kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6).
Salah satu isu negatif itu, kata Purbaya, mengenai rumor S&P Global Ratings akan menurunkan rating utang Indonesia.
"Jadi saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujarnya.
Kemudian, aksi jual saham para investor menjadi penyebab lain rontoknya IHSG. Menurut Purbaya, aksi itu akibat kekhawatiran investor atas situasi pasar modal.
"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus, jadi ini mungkin ada short, takutan orang yang ngapain deh. Fundamental ekonominya bagus, enggak ada masalah," tandasnya. (M Hafid)