e-biz

IHSG Terjun Bebas 2 Hari Terakhir, Rumor Pembentukan Badan Ekspor Komoditas Jadi Pemicunya

Penulis M. Hafid
May 20, 2026
Ilustrasi IHSG. Foto: Istimewa
Ilustrasi IHSG. Foto: Istimewa

ThePhrase.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terjun bebas ke titik terendah tiga hari terakhir, pemicunya dinilai berasal dari rumor pembentukan badan khusus terkait ekspor komoditas Indonesia.

Berdasarkan informasi yang beredar, badan tersebut akan menjadi pintu utama ekspor nasional, yang membuat perusahaan sumber daya alam (SD) tidak bisa langsung melakukan ekspor ke pasar global melainkan harus menjual ke badan itu terlebih dahulu.

Ada pun Komoditas strategis yang menjadi objek badan baru tersebut adalah batu bara, crude palm oil (CPO), hingga mineral logam.

Pada perdagangan Selasa (19/5), IHSG ditutup terkoreksi 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,68. Situasi yang tidak jauh berbeda pada perdagangan Rabu (20/5), IHSG dibuka melemah dan berada di zona merah sebesar 6.352,202.

Sebanyak 532 saham melemah, hanya 167 saham menguat dan sebanyak 260 saham tidak bergerak. Volume perdagangan saham mencapai 18,54 miliar lembar, dengan nilai Rp10,26 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,25 juta kali.  

Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas mengungkapkan pelemahan IHSG dipicu aksi jual investor setelah adanya rumor pembentukan badan ekspor komoditas.

"IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara," kata Ratna, dikutip dari Antara, Rabu (20/5).

Menurutnya, rumor tersebut menimbulkan kekhawatiran investor  terkait potensi intervensi harga yang dapat menekan margin keuntungan emiten yang bergerak di sektor tersebut.

"Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan," terangnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui rencana pembentukan badan baru tersebut. Namun, dia menyatakan Presiden Prabowo Subianto yang akan mengumumkan secara langsung.

"Wah, saya enggak tahu, nanti Presiden yang ngumumin itu," kata Purbaya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Hal senada juga disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso, dia mengaku belum mengetahui rumor pembentukan badan tersebut.

"Oh, enggak tahu, belum, belum, belum," kata Budi. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic