sportPiala Dunia 2026

Imbang Tanpa Gol Lawan Timnas Inggris, Timnas Ghana Pertanyakan Fungsi VAR, Kenapa?

Penulis Ahmad Haidir
Jun 24, 2026
Pelatih Timnas Ghana, Carlo Queiroz, mengakhiri laga imbang tanpa gol melawan Timnas Inggris pada dengan satu pertanyaan yang menggantung tajam di benaknya. Foto Instagram Timnas Inggris.
Pelatih Timnas Ghana, Carlo Queiroz, mengakhiri laga imbang tanpa gol melawan Timnas Inggris pada dengan satu pertanyaan yang menggantung tajam di benaknya. Foto Instagram Timnas Inggris.

Thephrase.id - Pelatih Timnas Ghana, Carlo Queiroz, mengakhiri laga imbang tanpa gol melawan Timnas Inggris pada dengan satu pertanyaan yang menggantung tajam di benaknya, apakah VAR benar-benar masih berfungsi di Piala Dunia 2026.

Kecurigaan Queiroz berakar dari satu momen krusial di pengujung pertandingan, ketika Prince Kwabena Adu menerobos ke dalam kotak penalti Timnas Inggris sebelum Ezri Konsa datang menyapu dan terlihat menjatuhkan sang gelandang tanpa menyentuh bola sama sekali.

Wasit tidak mengacungkan telunjuk ke titik putih, sebuah keputusan yang disambut napas lega oleh pendukung Timnas Inggris, meskipun tayangan ulang memperlihatkan dengan gamblang bahwa kaki Konsa mengenai lutut Adu dan tidak pernah bersentuhan dengan bola.

"Saya tidak yakin VAR masih bekerja di Piala Dunia ini," ucap Queiroz dilansir BBC.

"Saya punya keraguan soal itu, karena ada penalti lain yang seharusnya diberikan kepada Timnas Ghana, penalti terang benderang yang dirugikan Timnas Inggris, tapi tidak diberikan, mereka beruntung, sangat beruntung," lanjut Queiroz.

"Itu jelas penalti, kartu merah, apakah kalian yang menonton pertandingan tadi punya keraguan soal itu, atau hanya saya yang ada di dalam stadion yang melihatnya dengan jelas?" tambah Queiroz.

"Maaf atas sarkasme saya, tapi kalau saya bicara serius soal ini saya bisa kena sanksi, jadi anggap saja saya sedang bercanda," sambungnya.

Pertanyaan besarnya kemudian menjadi, jika begitu banyak pihak meyakini itu adalah penalti yang gamblang, mengapa VAR tidak turun tangan untuk meninjau ulang keputusan tersebut?

Jawabannya terletak pada kebijakan kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang menginginkan ambang batas lebih tinggi untuk pelanggaran di lapangan serta konsistensi pengambilan keputusan. Prinsipnya sederhana, jika lebih banyak tekel dibiarkan berlalu di lapangan, maka intervensi VAR pun harus semakin jarang dilakukan.

Darren Cann, asisten wasit di final Piala Dunia 2010, mengakui bahwa sebagai pendukung Timnas Inggris ia tentu lega keputusan itu tidak diberikan, akan tetapi secara jujur ia menyatakan insiden tersebut seharusnya dirujuk ke VAR untuk ditinjau ulang.

"Konsa sama sekali tidak menyentuh bola, ia menjatuhkan lawannya, ia melayang di udara, tidak terkendali, dan melakukan kontak dengan penyerang," tegas Cann.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic