trending

Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Sekolah Terapkan PJJ, Harga Masker Melonjak

Penulis Rangga Bijak Aditya
Sep 07, 2026
Gunung Anak Krakatau. (Foto: esdm.go.id)
Gunung Anak Krakatau. (Foto: esdm.go.id)

ThePhrase.id - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9). Erupsi berlangsung menerus mulai sekitar pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh dan pancaran lava atau lava fountain.

Hingga Senin (7/9) Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga), dengan potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu vulkanik.

Abu vulkanik menyebar mengarah ke sejumlah wilayah seperti Lampung, Banten, Jakarta (Jabodetabek), hingga Jawa Barat.

Menyikapi itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dapat menyesuaikan pembelajaran bagi siswa-siswinya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Di daerah-daerah yang terdampak oleh erupsi Anak Gunung Krakatau dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran yang dilakukan dengan mengacu pada nilai indeks standar pencemaran udara di daerah-daerah yang terdampak. Terkait dengan kegiatan pembelajaran di daerah yang terdampak cukup berat, ada beberapa dilaporkan di Banten, kemudian di Lampung,” ujar Mu’ti dalam jumpa pers daring di akun YouTube Badan Komunikasi (Bakom) RI pada Minggu (6/9) dikutip detik.com.

Menurut Mu’ti, keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama di tengah situasi bencana alam.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan ThePhrase.id pada Senin (7/9) pagi, sejumlah sekolah telah menerapkan PJJ berdasarkan imbauan pemerintah daerah (pemda) setempat, yakni sekolah-sekolah di wilayah DKI Jakarta, Lampung, sejumlah wilayah di Banten seperti Pandeglang, Serang, hingga Tangerang Selatan, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat seperi Depok, Bogor, hingga Sukabumi.

Rentang waktu yang diterapkan beragam, mulai dari satu hari, dua hari, atau hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. 

Harga Masker Melonjak

Di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan diri karena adanya penyebaran abu vulkanik, harga masker di sejumlah toko luring maupun e-commerce dilaporkan melonjak. Beberapa penjual bahkan menawarkan harga hingga 2–10 kali lipat.

Di media sosial, sejumlah konsumen mengeluhkan kenaikan harga masker tersebut yang dinilai memberatkan para calon pembeli. Bahkan, ada yang mengaku bahwa harga masker naik dari sekitar Rp200 ribu menjadi Rp1,3 juta di salah satu toko daring.

Kenaikan harga masker di tengah lonjakan kebutuhan memicu keresahan warga, sekaligus mengingatkan agar tidak melakukan panic buying. Sementara itu, masker jenis KF94 menjadi jenis masker yang banyak diburu untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Imbauan Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap melindungi tiga bagian tubuh yang rentan terkena abu.

Tiga bagian tubuh tersebut yakni pernapasan, mata, dan kulit.

Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, memakai masker dan kacamata bila harus keluar, serta jangan mengucek mata, melainkan membersihkan dengan air jika mata terkena abu.

Adapun jika muncul gangguan pernapasan, mata, atau kulit, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic