
ThePhrase.id – In this economy…. Biaya hidup sampai harga kopi susu yang makin mahal bikin dompet ikut menjerit? Tren “in this economy” sering digunakan di media sosial ketika seseorang merasa ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dipikirkan ulang di tengah kondisi harga yang terus meningkat.
Ungkapan ini menjadi respons sarkas ketika melihat sesuatu yang dianggap terlalu mahal atau kurang penting untuk dibeli dalam kondisi finansial tertentu. Bagi anak muda, kalimat ini bisa menjadi pengingat agar lebih selektif dalam mengatur pengeluaran tanpa harus berhenti menikmati hidup.
Lantas, apa saja pengeluaran yang bisa dikurangi?
Makanan dan minuman yang sedang viral memang sulit untuk dilewatkan, tapi bukan berarti semua yang viral harus langsung dicoba. Sebelum membeli, pertimbangkan apakah harga yang dibayarkan sebanding dengan produk yang didapat atau sekadar FOMO.
Mencoba makanan atau minuman viral tentu tidak masalah jika sesekali, tapi kalau terlalu sering bisa bikin boncos. In this economy,tak ada salahnya mencari alternatif yang lebih ramah kantong atau memilih untuk membuat sendiri makanan dan minuman viral tersebut di rumah.
Produsen gadget setiap tahunnya terus menghadirkan perangkat baru dengan berbagai fitur menarik. Namun, jika gadget yang sekarang kamu gunakan masih mampu menunjang kebutuhan sehari-hari, mungkin keputusan untuk menggantinya hanya karena ada model terbaru perlu ditunda.
Sebelum membeli, coba tanyakan kembali apakah perangkat lama memang sudah tidak memenuhi kebutuhan. Jika alasannya hanya karena ingin punya gadget terbaru, keputusan tersebut mungkin bisa dipikirkan lagi.
Menjaga kesehatan tak selalu membutuhkan membership gym atau kelas olahraga dengan harga mahal. Jika fasilitas premium memang sesuai kebutuhan dan anggaran, tentu tidak masalah. Namun, kamu juga bisa memilih banyak alternatif yang lebih terjangkau, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, latihan kekuatan di rumah, atau mengikuti kelas gratis secara daring.
Olahraga dan menjaga kesehatan bukan tentang seberapa mahal tempat olahraganya, tapi seberapa konsisten aktivitas tersebut dilakukan.
Barang bermerek memang punya daya tarik tersendiri. Namun, sebelum membelinya karena branded, coba pertimbangkan kembali fungsi, kualitas, dan daya tahan barang tersebut. Jika produk lain dengan harga lebih terjangkau sudah mampu memenuhi kebutuhan, tak ada salahnya memilih opsi tersebut. In this economy, jangan sampai gengsi jadi alasan dompetmu kering.
Promo, diskon, cashback, atau cicilan kendaraan baru memang terlihat menarik. Tapi jika kendaraanmu yang sekarang masih berfungsi dengan baik, keputusan menggantinya sebaiknya dipertimbangkan kembali.
Membeli kendaraan baru, berarti kamu juga harus memikirkan biaya cicilan, pajak, asuransi, bahan bakar, hingga perawatan yang ujung-ujungnya bisa membuat pengeluaran memberngkak. Jadi, jangan sampai tergiur promo lalu mengganti kendaraan meski sebenarnya belum membutuhkan.
Melihat orang lain mendapatkan keuntungan dari investasi tertentu bisa membuat seseorang ikut-ikutan. Padahal, setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda. Sebelum berinvestasi, kamu harus terlebih dahulu mengetahui cara kerja, potensi keuntungan, serta risikonya.
Jangan sampai FOMO membuat uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan penting justru ditempatkan pada investasi yang risikonya belum dipahami.
Liburan tetap bisa dilakukan tanpa harus memilih destinasi yang viral atau membutuhkan biaya besar. Sebelum menentukan destinasi, sesuaikan dengan anggaran dan hitung kebutuhan transportasi, penginapan, makanan, tiket wisata, serta pengeluaran lainnya.
Jangan sampai liburan yang harusnya membuat pikiran tenang justru membuatmu stres saat melihat saldo rekening setelah pulang.
Jadi, “in this economy” bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hidup. Yang penting adalah memahami mana kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang masih bisa ditunda. [fa]