
ThePhrase.id – Pameran tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara, Indo Intertex & Inatex 2026, resmi dibuka pada 15–18 April 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, di tengah upaya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional memperkuat daya saing di pasar global yang kian kompetitif.
Tahun ini, Indo Intertex diikuti oleh 428 perusahaan industri TPT, dengan dominasi partisipasi pelaku dalam negeri mencapai 65%. Sementara itu, industri permesinan TPT dalam negeri juga menunjukkan kontribusi sebesar 60%, mencerminkan kesiapan industri nasional untuk terus berkembang dan berinovasi.
Gelaran ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antar pelaku industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tekstil global.
Digelar di awal tahun 2026 dengan kondisi global yang masih dinamis, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menekankan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dituntut untuk semakin efisien, adaptif, dan visioner di tengah tantangan tersebut.
Meski demikian, sektor ini terbukti tetap tangguh dan strategis, dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta penguatan struktur industri nasional dari hulu hingga hilir.
Optimisme tersebut juga didukung oleh kinerja industri TPT yang menunjukkan angka positif sepanjang tahun 2025. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kinerja industri TPT nasional mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (YoY), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus sebesar USD 3,45 miliar.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif sekaligus momentum untuk mendorong akselerasi industri TPT ke level yang lebih kompetitif. Kehadiran Indo Intertex & Inatex 2026 pun dinilai relevan sebagai gelaran yang mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional melalui platform business matching yang membuka peluang kemitraan dan investasi lebih luas.
Lebih dari itu, Indo Intertex & Inatex 2026 juga menghadirkan berbagai inovasi terkini di sepanjang rantai nilai industri tekstil, mulai dari mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, hingga teknologi daur ulang, efisiensi energi, dan solusi berbasis AI yang mendorong transformasi digital industri.
Sejumlah program unggulan turut diselenggarakan dalam pameran ini, seperti seminar terkait perkembangan industri tekstil, workshop bisnis, serta rangkaian aktivitas interaktif yang dihadirkan oleh para exhibitor dan mitra. [fa]