
ThePhrase.id - Indonesia mencetak sejarah penting di kancah internasional. Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Indonesia menjadi negara asing pertama yang memiliki properti di Kawasan Megaproyek Thakher Mekkah. Danantara resmi menerima sertifikat kepemilikan atas akuisisi senilai 2 miliar Riyal Saudi atau senilai USD 531,4 juta.
Thakher Development, pengembang utama Thakher Makkah telah menyerahkan dokumen-dokumen terkait, sekaligus merampungkan transaksi pembelian hotel Novotel Thakher Mekkah yang memiliki 1.461 kamar, beserta 14 kavling pengembangan di area sekitarnya.
Penjualan ini menyusul diberlakukannya Undang-Undang Kepemilikan Real Estate oleh Warga Negara Non-Arab Saudi pada bulan Januari lalu, serta mendukung target Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mendatangkan 30 juta jemaah umrah setiap tahunnya pada 2030, meningkat dari 8,5 juta jemaah pada 2019.
“Ini merupakan momen bersejarah bagi Thakher Mekkah. Menyambut negara asing pertama yang memiliki properti di destinasi kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Mekkah,” ujar Faisal Shaker, CEO Thakher Development. Demikian dilansir dari Arab News, Selasa (20/10/2026).
“Sebagai Thakher Development, kami merancang peluang investasi untuk kemitraan berskala seperti ini, dan kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga penerbitan hak kepemilikan dalam waktu sepuluh bulan,” tambah Faisal.
Akhir Sewa Properti Musiman
Bagi Indonesia, kesepakatan ini menandai peralihan dari ketergantungan pada akomodasi musiman menuju penyediaan penginapan khusus bagi para Jemaah haji dan umrah.
Indonesia memiliki kuota haji terbesar di dunia, dengan 203.320 kuota reguler pada tahun 2026, sementara sekitar 1,5 juta warga Indonesia menunaikan ibadah umrah setiap tahunnya. Hotel tersebut akan menampung sekitar 4.400 jemaah setiap musim haji.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut kesepakatan ini sebagai “langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang” di Kerajaan Arab Saudi. Ia menambahkan, “Secara lebih luas, hal ini menandai dimulainya kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah serta sektor-sektor lain yang dapat menciptakan nilai tambah bersama bagi kedua negara.”
Apa Langkah Berikutnya?
Adapun operasional Hotel Novotel Thakher Mekkah akan tetap dikelola oleh jaringan perhotelan global, Accor. Accor akan tetap mengoperasikan hotel tersebut, yang terdiri dari tiga menara setinggi 19 lantai. Danantara berencana mengembangkan 14 kavling lahan dengan total luas 44.088 meter persegi menjadi hotel-hotel yang menyediakan hunian tambahan sekitar 6.000 kamar, serta sebuah pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel, sebuah investasi yang bernilai lebih dari SR 2 miliar.
Kawasan Thakher Mekkah mencakup area seluas 320.000 meter persegi dan terletak 1,2 km di sebelah utara Masjidil Haram. (Z. Ibrahim)