
ThePhrase.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menangguhkan atau menunda sementara keterlibatannya dalam mekanisme Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Yvonne menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, serta kebutuhan untuk memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut.
“Kalau BoP, pembahasan masih ditangguhkan, masih on hold. Pembahasan terkait BoP untuk sementara belum dilanjutkan, karena prioritas kita saat ini memastikan keselamatan WNI kita yang berada di kawasan Timur Tengah,” ujar Yvonne dalam konferensi pers di kantor Kemlu RI, Jakarta pada Jumat (13/3).
Selain fokus pada perlindungan WNI, pemerintah juga terus melakukan pengkajian menyeluruh sekaligus mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi di kawasan tersebut.
Menurut Yvonne, kondisi keamanan di kawasan tersebut sampai saat ini masih terus berubah dan tidak dapat diprediksi, sehingga pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan setiap langkah dan kebijakan.
“Kita masih terus-menerus melakukan penilaian yang menyeluruh, yang komprehensif, terhadap perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang semuanya ketahui sangat dinamis,” imbuhnya.
Yvonne menegaskan bahwa keputusan terkait keterlibatan Indonesia dalam berbagai mekanisme keamanan internasional tidak akan diambil secara terburu-buru.
Pemerintah, lanjutnya, akan mempertimbangkan berbagai aspek secara mendalam dan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri Indonesia.
“Jadi, setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia di mekanisme ini tentunya akan melewati berbagai pertimbangan yang sangat detail yang berdasarkan kepentingan nasional kita dan prinsip polugri (politik luar negeri) kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yvonne juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah agenda diplomatik, termasuk rencana kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke beberapa negara di kawasan Asia.
Namun hingga saat ini, pembahasan mengenai agenda tersebut masih berada pada tahap persiapan.
“Persiapan sedang on going. Belum ada detail yang bisa kami sampaikan terkait apa saja yang akan dibahas,” tandasnya. (Rangga)