
ThePhrase.id – Belakangan ini, influenza tipe A ramai dibicarakan di Indonesia seiring telah terdeteksinya virus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi di Indonesia berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026.
Berdasarkan Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 per 19 September 2026 atau Minggu ke-37, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melaporkan adanya temuan influenza tipe A dan B dari pemeriksaan spesimen di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pada Minggu ke-36, dari 185 spesimen yang diperiksa, sebanyak 86 spesimen dinyatakan positif influenza. Rinciannya, 76 spesimen merupakan influenza A(H1N1), delapan influenza A(H3N2), dan dua spesimen merupakan influenza B/Victoria.
Lantas, apa sebenarnya influenza A dan apa bedanya dengan influenza B?
Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Dari empat tipe virus influenza yang dikenal, yaitu A, B, C, dan D, influenza A dan B merupakan dua tipe yang paling banyak menyebabkan penyakit flu musiman pada manusia.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), influenza A dibedakan berdasarkan dua protein di permukaan virus, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Karena itu, influenza A memiliki berbagai subtipe, termasuk A(H1N1) dan A(H3N2) yang rutin beredar pada manusia.
Sementara itu, influenza B tidak memiliki subtipe seperti influenza A dan diklasifikasikan berdasarkan lineage atau garis keturunan, salah satunya B/Victoria.
Perbedaan lainnya terletak pada inangnya. Influenza A dapat menginfeksi manusia dan berbagai jenis hewan. Virus ini juga dapat mengalami perubahan genetik, termasuk melalui pertukaran segmen gen ketika dua virus influenza berbeda menginfeksi satu inang pada waktu yang sama.
Kemampuan tersebut membuat influenza A memiliki keragaman yang lebih tinggi serta menjadi satu-satunya tipe virus influenza yang diketahui dapat menyebabkan pandemi influenza global.
Sementara itu, influenza B terutama beredar pada manusia dan tidak menyebabkan pandemi global seperti yang dapat terjadi pada influenza A.
Gejala pada influenza A dan B sulit dibedakan hanya berdasarkan kondisi tubuh. Influenza umumnya muncul secara tiba-tiba dengan demam atau rasa meriang, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot atau badan, serta kelelahan. Pada sebagian orang, terutama anak-anak, flu juga dapat disertai muntah atau diare.
Karena gejalanya mirip, seseorang tidak bisa memastikan dirinya terkena influenza A atau B hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan atau tes influenza perlu dilakukan untuk mengetahui jenis infeksi secara lebih pasti.
Baik influenza A maupun B sama-sama dapat menyebabkan penyakit ringan hingga komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga dan sinus, pneumonia, hingga memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki
Pada kondisi tertentu, influenza juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan pernapasan, sepsis, hingga kegagalan beberapa organ. Risiko komplikasi ini lebih tinggi pada kelompok tertentu, termasuk anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis tertentu.
Karena itu, baik influenza A maupun B tetap perlu dicegah penularannya. Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan seperti mencuci tangan, menjaga jarak ketika sedang sakit, menggunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza sesuai anjuran tenaga kesehatan. [fa]