Inggris Alami Musim Semi Kedua Akibat Perubahan Iklim

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Akibat suhu meningkat dan curah hujan yang tinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim, wilayah Inggris kini mengalami musim semi kedua di bulan November 2022. Beberapa tanaman yang seharusnya tidak aktif selama musim dingin, hidup kembali dengan daun-daun hijau dan bunga yang bermekaran.

Foto: Pepohonan di Inggris Belum Gugur Mendekati Musim Dingin (Steve Taylor/Sopa Images/Rex/Shutterstock)

Peristiwa ini terjadi setelah Inggris mencatat suhu di atas rata-rata selama 10 bulan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menyusul gelombang panas musim panas yang memecahkan rekor. Dilaporkan Inggris memiliki rerata suhu 2,2 derajat lebih tinggi dari rerata November biasanya.

Sebelumnya, akibat suhu yang tinggi pada musim panas, beberapa tanaman, semak dan pohon kehilangan daun atau mati untuk bertahan hidup dari panas dan kekeringan. Terlihat bahwa ketika hujan kembali terjadi pada bulan September beberapa tanaman menghasilkan daun baru yang biasanya tidak terjadi pada musim ini, dan beberapa juga berbunga lagi.

Melansir BBC.com, Nikki Barker, penasihat senior di Royal Horticultural Society, mengatakan iklim yang sejuk telah menciptakan beberapa pemandangan yang tidak biasa di taman umum RHS. “Tanaman  yang kami perkirakan akan berbunga hingga Oktober, seperti fuchsia dan salvia, masih berbunga sekarang dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti,” kata Nikki Barker.

Sementara para ahli hortikultura menyambut baik kesempatan untuk menikmati kebun lebih lama, mereka memperingatkan pergantian peristiwa dapat berdampak buruk hingga musim semi berikutnya.

“Beberapa tanaman menggunakan banyak sumber daya sekarang, jadi mereka mungkin akan berbunga akhir tahun depan,” ujar Nikki.

Nikki juga menyampaikan bahwa peristiwa cuaca ekstrem telah menjadi hal yang umum dan saat ini belum bisa diketahui dampaknya selama beberapa tahun. Namun dirinya menyebutkan bahwa jika ada ketidakteraturan waktu berbunga, makhluk hidup lain juga akan terpengaruh sehingga mengganggu banyak siklus kehidupan.

Selain itu tanaman yang bergantung pada suhu yang lebih dingin bisa menderita, dan akan ada efek samping di ekosistem.

Meski demikian, dilaporkan bahwa cuaca hangat tersebut akan segera berakhir. Tanaman-tanaman diharapkan akan segera kembali ke siklus normal. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you