
ThePhrase.id - Pemerintah Inggris tidak akan memberikan izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan udara militer Inggris, Royal Air Force (RAF) dalam melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, seperti jembatan maupun pembangkit listrik.
Dilansir The i Paper pada Senin (6/4), Perdana Menteri (PM) Inggris, Sir Keir Starmer menekankan bahwa penggunaan pangkalan militer Inggris oleh AS harus dibatasi untuk operasi defensif yang bertujuan melemahkan kemampuan pertahanan Iran.
Target yang dimaksud mencakup fasilitas militer seperti silo rudal atau depot penyimpanan senjata yang dinilai berpotensi mengancam kepentingan Inggris maupun sekutunya di kawasan Teluk.
Hal tersebut sebagaimana pernyataan seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.
“Inggris mengizinkan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk misi pertahanan guna menghancurkan kemampuan rudal Iran yang mengancam rakyat Inggris, pangkalan-pangkalan, dan mitra-mitra kami di kawasan tersebut,” ujarnya.
Adapun serangan terhadap infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik tidak termasuk dalam kategori operasi defensif yang dimaksud.
Oleh karena itu, apabila Washington mengajukan permintaan untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam operasi semacam itu, pemerintah Inggris dipastikan akan menolaknya.
Adapun penolakan untuk memberikan bantuan tersebut tentunya memilikik risiko memperburuk hubungan yang sudah dingin antara PM Starmer dan Presiden AS Donald Trump.
Diketahui, AS meminta izin untuk menggunakan pangkalan RAF berdasarkan kasus per kasus. Lebih lanjut, pangkalan tersebut ingin digunakan Trump untuk potensi serangan pada Selasa (7/4) yang disebut sebagai “Hari Pembangkit Listrik” dan “Hari Jembatan”.
Trump memberikan ancaman kepada Iran bahwa pihaknya akan melepaskan “neraka” pada infrastruktur sipil utama Iran, kecuali Teheran membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dan distribusi internasional.
“Mereka (Iran) tidak akan memiliki jembatan. Mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik. Mereka tidak akan memiliki apa pun,” ucap Trump.
“Jika saya punya pilihan, apa yang ingin saya lakukan? Mengambil minyak. Karena minyak itu ada di sana untuk diambil. Tidak ada yang bisa mereka lakukan,” tambahnya. (Rangga)